Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Innalillahi, KH Abdurrahman Bajuri, Murid Langsung Mbah Hasyim Wafat

Innalillahi, KH Abdurrahman Bajuri, Murid Langsung Mbah Hasyim Wafat
KH Abdurrahman Bajuri, murid langsung Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari (kanan) bersama KH Abdul Mun’im DZ. (Foto: Istimewa)
KH Abdurrahman Bajuri, murid langsung Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari (kanan) bersama KH Abdul Mun’im DZ. (Foto: Istimewa)
Purworejo, NU Online
Innnalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). KH Abdurrahman Bajuri, murid langsung Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari meninggal dunia, Selasa (26/1) sekitar pukul 4.30 WIB di kediamannya, di Dusun Carikan, Brunosari, Bruno, Purworejo, Jawa Tengah.
 
Kabar ini dibenarkan oleh Hamdan, Ketua MI Ma'arif NU Brunosari sekaligus salah satu muridnya. "Benar, Mas," katanya kepada NU Online melalui sambungan telepon.
 
Hamdan menambahkan, sejak dua hari ini Kiai Bajuri merasa kurang enak badan. "Beliau di rumah saja Mas, tidak dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit, karena memang sudah sepuh, seabad pada Maret besok," tutur Hamdan.
 
Rencananya jenazah akan dimakamkan di kompleks pemakaman Karangmalang, Bruno, Purworejo. "Namun untuk waktunya masih menunggu musyawarah keluarga," katanya.
 
KH Abdurrahman Bajuri lahir Maret 1921. Masuk ke Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada tahun 1938 dan keluar ketika zaman kemerdekaan (1945). Ia sempat berhenti setahun dan pulang ketika Jepang masuk.
 
 
Akhir tahun lalu, NU Online sempat sowan ke kediaman Kiai Bajuri. Saat itu, ia mengatakan pesan yang sering disampaikan oleh Sang Pendiri NU, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari.
 
"Pertama, takutlah kepada Allah SWT. Ittaqullaah. Jangan langgar perintah Allah SWT. Shalatnya dijaga, kewajibannya dijaga. Maka hidupnya akan enak, selamat dunia akhirat. Kedua, jadilah orang yang menunjukkan perkara yang memberi keuntungan di dunia dan akhirat," terangnya.
 
Di desanya, Kiai Bajuri dikenal sebagai tokoh masyarakat yang alim dan ahli agama. Beliau adalah pendiri MI NU Brunosari dan Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bruno. Kiai Bajuri memiliki pengajian rutin dan membaca kitab berat seperti Shahih Bukhari dan Shahih Muslim untuk beberapa santri senior. Namun, berhenti sejak tiga tahun terakhir karena faktor usia.
 
Beberapa tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), seperti KH Abdul Mun’im DZ seringkali sowan untuk mengkonfirmasi sejarah kepada beliau. Kepada para tamunya, Kiai Bajuri seringkali menceritakan sosok KH Hasyim Asy’ari dan sejarah kelahiran NU.
 
Semoga almarhum husnul khatimah. Amin.
 
Kontributor: Ahmad Naufa
Editor: Syamsul Arifin
 

 

Posisi Bawah | Youtube NU Online