Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Dokter NU Kalsel Beri Pendampingan Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Dokter NU Kalsel Beri Pendampingan Kesehatan Warga Terdampak Banjir
Sebagian besar warga mulai menderita penyakit kulit dan diare, ada pula yang menderita darah tinggi. (Foto: PDNU Kalsel)
Sebagian besar warga mulai menderita penyakit kulit dan diare, ada pula yang menderita darah tinggi. (Foto: PDNU Kalsel)

Jakarta, NU Online
Banjir yang melanda Kalimantan Selatan sejak 12 Januari 2021 lalu hingga kini masih menggenangi rumah-rumah warga di sebagian wilayah. Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Kalsel pun turun ke lapangan melakukan dampingan dan bantuan kesehatan kepada warga terdampak banjir.

 

Senin (25/1), PDNU Kalsel dan Tim NU Peduli mengunjungi beberapa daerah di Kabupaten Barito Kuala dan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Kondisi di sana, masih tergenang air banjir. hanya sebagian kecil daerah saja yang sudah mulai surut.

 

Salah satu hal yang menjadi persoalan dari bencana banjir yang melanda adalah penyakit yang menyerang warga. Disebutkan, sebagian besar warga mulai menderita penyakit kulit dan diare. Kemudian ada pula yang menderita darah tinggi. 

 

"Selama banjir mereka kan mungkin tidak sempat kontrol. Darah tinggi juga banyak," ungkap Ketua PDNU Kalsel dr Faisal Rahman, kepada NU Online melalui sambungan telepon, Selasa (26/1) siang.

 

Penanganan PDNU Kalsel

Sejak awal bencana banjir Kalsel, PDNU telah melakukan giat penggalangan donasi. Dana yang terkumpul dipergunakan untuk keperluan logistik makanan yang didistribusikan ke beberapa daerah. Di antaranya Banjarbaru, Hulu Sungai, dan Kabupaten Banjar. 

 

"Selain pemberian logistik makanan, PDNU juga berperan tentu dalam masalah kesehatan. Karena saat ini kita fokusnya soal pasbencana, kita sekarang fokus ke kesehatan. Kemarin kami (PDNU) Kalsel sebanyak enam orang turun menyisir ke sungai, di daerah Sungai Tabuk dan Barito Kuala. Di sana kita memberikan bantuan kesehatan," ungkapnya.  

 

PDNU Kalsel telah menyiapkan berbagai obat-obatan yang diperkirakan akan timbul penyakit bagi warga pada kondisi pascabanjir. Antara lain penyakit kulit, pernapasan, pencernaan, dan penanganan penyakit-penyakit kronik seperti darah tinggi. 

 

"Tentu obat-obatan yang kita siapkan adalah obat-obatan sifatnya dalam setting bencana," terang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarbaru ini.  

 

Peralatan yang dimiliki PDNU Kalsel pun sudah disiapkan dan cukup memadai. Beberapa alat itu adalah tensimeter, saturasi oksigen, peralatan infus dan bedah. Diungkapkan dr Faisal, saat mengunjungi pengungsian di Sungai Tabuk kemarin, ada salah seorang pasien yang diinfus di tempat. 


"Karena dia sudah diare, lemas, sudah dingin, dan hampir syok. Jadi mau tidak mau, kita harus melakukan pemasangan infus," jelasnya. 

 

PDNU Kalsel sendiri, lanjutnya, baru menyisir dua daerah di sana yakni Barito Kuala dan Sungai Tabuk. Kedua daerah itu dipilih lantaran medan tempuh yang sulit dijangkau dan jarang terjamah oleh relawan kesehatan lain.

 

"Kita memilih medan yang sulit untuk dijangkau, sedangkan daerah-daerah yang sudah dijangkau, kita tidak target. Justru kita menarget daerah-daerah yang selama ini tidak terjamah. Makanya memang selektif," katanya.

 

Di Sungai Tabuk, terdapat sekitar 50 orang yang terjangkit sakit akibat banjir. Sementara di Barito Kuala cenderung lebih sedikit karena sebagian dari mereka sudah diungsikan terlebih dulu ke posko terdekat, sehingga kesehatannya dapat terjaga. 

 

Pengungsian di Sungai Tabuk dan Barito Kuala

Ia juga menjelaskan bahwa hampir semua rumah di Sungai Tabuk terendam banjir, sehingga pengungsian ditempatkan di sekolah-sekolah yang memiliki dua lantai. Sedangkan di Barito Kuala, warga membuat penampungan sendiri di wilayah perkampungan karena sebagian sudah diungsikan ke tempat lain.

 

"Kemarin kita ke Sungai Tabuk, di sana sebagian warga masih tetap tinggal di kampungnya, karena yang jadi permasalahan adalah sering terjadi penjarahan. Sebagian warga tidak berkenan untuk pindah. Karena mereka menjaga rumah mereka," tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kalsel Gusti Taufik Hidayat menyebut, air masih menggenangi di dua kabupaten dan satu kota. Di antaranya Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kota Banjarmasin. 

 

Ia merincikan, di Kabupaten Banjar air masih menggenang di Kecamatan Gambut, Sungai Tabuk, Sungai Lulut, dan Kertak Hanyar. Lalu di Kota Banjarmasin, banjir masih melanda Jalan KM6 Sungai Lulut, dan Sultan Adam. 

 

"Di Kabupaten Barito Kuala, daerah yang masih tergenang itu adalah Kecamatan Mandastana dan Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak," ungkapnya. 


Dalam video yang dia kirimkann kepada NU Online, terlihat personel Banser yang tengah bersiap untuk melakukan distribusi logistik berupa makanan cepat saji dan kebutuhan mendesak lain, ke beberapa daerah yang masih tergenang itu. Pendistribusian dilakukan Senin (25/1) malam, dengan menggunakan mobil colt.

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online