IMG-LOGO
Warta

Potensi Zakat Indonesia 9 Triliun Rupiah


Kamis 5 Juni 2008 06:56 WIB
Bagikan:
Potensi Zakat Indonesia 9 Triliun Rupiah
Jakarta, NU Online
PIRAC ("Public Interest Research and Advocacy Center"), sebuah lembaga survei memperkirakan potensi dana zakat di Indonesia mencapai Rp 9,09 triliun pada 2007. Data ini diperoleh dengan asumsi ada 29,065 juta keluarga sejahtera dari sekitar 87 persen penduduk Muslim yang membayar zakat rata-rata Rp 684.550 per tahun per orang.

Jumlah ini cukup besar namun belum terkoordinasi secara baik, dan mayoritas penyalurannya lewat masjid atau musholla dengan cara-cara konvensional.<>

"Dana zakat di Indonesia cukup besar dan berpotensi sebagai salah satu sumber pendanaan bagi lembaga dan program sosial keagamaan," kata koordinator program PIRAC Hamid Abidin, di Jakarta, Rabu (4/6).

Menurut survei PIRAC, pada tahun 2007, setelah menggelar survei di 10 kota besar di Indonesia, terjadi peningkatan jumlah rata-rata zakat yang dibayarkan dalam setahun, yakni menjadi Rp 684.550 per orang per tahun. Pada 2004 rata-rata zakat yang disalurkan tiap orang wajib zakat (muzakki) sebanyak Rp 416.000 per orang per tahun.

PIRAC dalam laporan hasil suevei bertajuk "Potensi dan Perilaku Masyarakat dalam Berzakat" itu juga mendapati tingkat kesadaran muzakki terhadap kewajiban membayar zakat pun meningkat, dari 49,8 persen pada 2004 menjadi 55 persen pada 2007.

Dari angka kesadaran seperti itu, jumlah muzakki yang membayarkan zakat pun bertambah. Pada 2007, sebesar 95,5 persen muzakki yang sadar akan kewajibannya terhadap zakat mengaku menunaikan ibadahnya itu. "Dengan data seperti ini, kami memperkirakan 55 persen responden sadar kewajiban zakat, dan 95,5 persen muzakki membayar zakat," katanya.

PIRAC melakukan survei rutin tiap tiga tahun sejak 2001. Survei berbasis rumah tangga ini bertujuan mendeteksi perilaku dan pola perubahan potensi ibadah zakat di Indonesia. Survei ini melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 10 kota besar, yakni Medan, Padang, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Manado.

Responden yang disurvei adalah Muslim perkotaan yang dianggap memiliki kapasitas dalam berzakat, "Yang punya pekerjaan dan pendapatan tetap serta memiliki barang-barang mewah seperti kulkas, TV, parabola, dan kendaraan bermotor," kata Hamid.

"Kami melakukan wawancara tatap muka untuk mengetahui tingkat kesadaran dan pola penyaluran zakat pada akhir 2007," ujarnya. Selama 10 tahun terakhir volume penggalangan zakat yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat (BAZ) terus bertumbuh pesat. (ant/sam)
Bagikan:
IMG
IMG