Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Muslimat NU Depok Gelar Lomba Baca Maulid dengan Prokes Ketat

Muslimat NU Depok Gelar Lomba Baca Maulid dengan Prokes Ketat
Penyerahan piala lomba baca maulid nabi Muslimat NU Depok. (Foto: dok. Muslimat NU Depok)
Penyerahan piala lomba baca maulid nabi Muslimat NU Depok. (Foto: dok. Muslimat NU Depok)

Depok, NU Online
Sebagai ikhtiar agar selamat dan dijauhkan dari wabah Covid-19, Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Depok, Jawa Barat, menginisiasi lomba baca maulid nabi, khususnya Maulid Alatas yang belum banyak dikenal masyarakat.


Pengasuh Pesantren Qotrun Nada Depok KH Burhanuddin Marzuki mengatakan, di tengah banyaknya maulid yang dibaca di masyarakat seperti Maulid Diba', Syaraful Anam, al-Barzanji, al-Habsy, dan lainnya, ada satu maulid karya Habib Abdullah bin Alwi Alatas, salah seorang ulama Nusantara asal Betawi, yakni Maulid Alatas.


Demikian dikatakan Kiai Burhan selaku tuan rumah penyelenggara kegiatan. “Maulid Alatas banyak yang belum tahu. Kalau maulid lainnya sudah mendarah daging. Semakin banyak kitab maulid, semakin menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW,” katanya usai lomba pembacaan Maulid Alatas antarpengurus Anak Cabang Muslimat NU se-Kota Depok, Senin (8/2).


Kiai Burhan, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa hikmah pembacaan maulid menjadikan kita semakin mencintai Rasulullah SAW dan keluarga beliau. “Kalau membawakannya dengan suara bagus, menghayati, indah betul, kita bisa nangis karena syair dan isinya sangat indah,” tandasnya.


Ketua PC Muslimat NU Kota Depok Hj Dewi Syarifah mengatakan, lomba itu memperebutkan piala Abuya Habib Abu Bakar Bin Hasan Alatas Azzabidi Pondok Pesantren Qotrun Nada Cipayung Depok. Lomba pembacaan Maulid Alatas ini diikuti 11 PAC di tingkat Kecamatan.


Menurut dia, kegiatan ini sebagai ajang syiar, memuji dan memahami sejarah Nabi Muhammad SAW. Pihaknya berharap dengan kegiatan ini sebagai ikhtiar doa dan agar Covid-19 segera diangkat dari Indonesia. Ia menambahkan, ke depan akan dijadikan agenda rutin lomba antarpengurus ranting yang berkedudukan di kelurahan.


“Saat ini, kita memiliki 55 pembaca atau peserta, dan itu jadi kader untuk mengajarkan pada masyarakat. Kegiatan ini merupakan gabungan dari MT Muslimat NU, Pesantren Qotrun Nada, MT Ittihadussyubban dan MT Habib Abu Bakar. Ini juga dalam rangkaian jelang penutupan pengajian live streaming Ittihadus Syubban nanti malam Sabtu di Qotrunnada," paparnya. 


KH Fakhruddin Murodih, salah seorang dewan juri, mengungkapkan bahwa ada tiga kriteria peserta lomba. Yaitu fashahah (kefasihan) suara  dan lagu, serta kekompakan dan kerapian. Menurut dia, meski hanya latihan beberapa bulan saja para peserta bisa menunjukkan kemampuannya dengan baik. 


“Ini (Maulid Alatas-red) beda dengan maulid lainnya. Meskipun latihan beberapa bulan saja, tapi mereka sudah cukup mahir. Mereka juga lumayan menjiwai maulid. Ini merupakan pembacaan dan lomba perdana. Insyaallah akan terus ditularkan,” ujar Kiai Fakhruddin.


Setelah lomba, dewan juri mengumumkan bahwa juara I adalah PAC Muslimat NU Beji, juara II PAC Limo, juara III PAC Panmas. dan juara harapan PAC Cilodong. “Semoga dengan lomba ini kita mendapatkan berkahnya sang pengarang. Karena beliau juga keturunan Rasulullah. Jadi, secara sanad masih nyambung," terang Pengasuh MT Ittihadus Syubban ini. 


Sekretaris PAC Muslimat NU Beji, Atin, yang mewakili juara I mengaku tidak ada  latihan secara khusus. Menurut dia, awalnya memang agak beda dengan maulid yang biasa dibaca. Namun, karena dibimbing seorang guru, maka dapat dengan mudah meraih juara I.


"Alhamdulillah, kami dapat juara. Tentu tidak berhenti di sini saja. Kami akan terus mengajarkan dan membacanya di Majelis Taklim dan pengajian," ungkap Atin seraya bersyukur. 


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Kota Depok H Asnawi turut hadir dan mengajak untuk mentaati protokol kesehatan (Prokes). Acara berjalan lancar dengan tetap menjaga Prokes yang ketat.


Kontributor: Aan Humaidi
Editor: Musthofa Asrori

Posisi Bawah | Youtube NU Online