Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tiga Macam Jenis dan Definisi Akhlak Menurut Kiai Said

Tiga Macam Jenis dan Definisi Akhlak Menurut Kiai Said
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. (Foto: dok. istimewa)
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. (Foto: dok. istimewa)

Jakarta, NU Online

Di antara aspek dan tipologi penting yang dimiliki oleh Nahdlatul Ulama dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak adalah karakter, kepribadian, dan akhlakul karimah. Nilai lebih dalam hal akhlak ini perlu untuk terus dijaga dan dirawat oleh seluruh warga NU khusunya para pelajar dan santri Nahdlatul Ulama.


Akhlak sendiri menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj terdiri dari tiga hal yang pertama adalah husnul muasyarah (membangun kebersamaan dan hubungan yang baik).


“Seorang ayah baik dengan anaknya, anaknya baik dengan orang tua, seorang pejabat baik dengan rakyatnya, rakyatnya baik dengan pejabatnya, orang kaya baik dengan orang miskin, orang yang miskin juga baik pada orang kaya,” kata Kiai Said memberi contoh.


Jika hal ini sudah terbangun dalam kehidupan berbangsa, maka menurutnya tidak akan muncul berbagai masalah. Tidak seperti yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang sampai saat ini dilanda konflik karena akhlaknya yang hilang.


Yang kedua adalah husnul muamalah (interaksi dan transaksi yang baik dan jujur). Ketika sifat kejujuran dan saling percaya sudah ada pada diri setiap warga bangsa Indonesia maka berbagai macam permasalahan pun akan bisa diselesaikan dengan baik.


“Yang ketiga husnul musyarakah, membangun pembagian yang baik. Setiap yang mempunyai hak harus mendapatkan haknya. Tidak boleh ada kezaliman di sini,” tegas Kiai Said pada Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU, Rabu (10/2).


Kalau tidak ada husnul muasyarah maka menurutnya akan memunculkan pengkhianatan. Jika tidak ada husnul muamalah maka akan menjadikan kebohongan dan jika tidak ada husnul musyarakah maka akan memunculkan kezaliman. Ini akan menjadi pemicu kerusakan dan penghancur kehidupan bersama.


Mengutip QS Al-Mukminun 71, Kiai Said menegaskan jika kebenaran dikalahkan oleh hawa nafsu dan kepentingan maka hancurlah kehidupan di muka bumi dan langit ini. “Oleh karena itu, pendidikan dalam Nahdlatul Ulama harus ditekankan pada tarbiyatul akhlak,” pungkasnya.


Rakornas LP Ma’arif PBNU ini mengangkat tema Khidmah LP Ma’arif NU: Bersinergi Meneguhkan Karakter Aswaja pada Generasi Milenial dalam Menghadapi Tantangan Global.


Selain Kiai Said, dua orang menteri juga dihadirkan yakni Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang memaparkan materi Arah Kebijakan Pendidikan Madrasah Menghadapi Persaingan dan Tantangan Global, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim dengan materi tentang Arah Kebijakan Pendidikan Dasar Dan Menengah Dalam Peningkatan Mutu.


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Fathoni Ahmad

Posisi Bawah | Youtube NU Online