Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

IPPNU Turut Lakukan Pendampingan Psikososial Siswa Sorong, Papua Barat

IPPNU Turut Lakukan Pendampingan Psikososial Siswa Sorong, Papua Barat
Ketua Umum IPPNU Nurul Hidayatul Ummah bersama siswa Sorong, Papua Barat. (Foto: dok istimewa)
Ketua Umum IPPNU Nurul Hidayatul Ummah bersama siswa Sorong, Papua Barat. (Foto: dok istimewa)

Papua Barat, NU Online
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) turut terlibat dalam Program Kejar Mutu Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Pendampingan Psikososial dan Penguatan Implementasi Modul Pembelajaran Sekolah Dasar di Daerah 3T dan Non-3T Selama Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sorong.

 

Program Kejar Mutu Sekolah Dasar tersebut merupakan kerja sama Pimpinan Pusat IPPNU dan Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yang dilakukan sejak bulan Desember 2020 hingga Januari 2021.

 

"Pandemi virus Covid-19 ini sangat memberikan dampak bagi kehidupan manusia dari segala aspek, terutama pada pendidikan," papar Ketua Umum IPPNU, Nurul Hidayatul Ummah saat memberikan sambutan pada acara penutupan di Kabupaten Sorong, Ahad (14/2).

 

Dalam kegiatan pelaksanaan program kejar mutu sekolah dasar tersebut, PP IPPNU bekerjasama dengan Pimpinan Anak Cabang IPPNU setempat, dan tentunya juga tidak lepas dari peran Pemerintah Daerah dan Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama Kabupaten Sorong, Papua Barat.

 

"Ada empat sekolah sasaran yang sudah di tetapkan oleh DIT.SD, yaitu pertama SD Inpres 62, kedua SD Inpres 01, ketiga SD Inpres 13, keempat SD Inpres 63, namun ada satu sekolah yang menurut kami layak untuk mendapatkan dampingan yaitu SD Al-Maarif 1, Klabinain Kampung Maibo, jadi total ada 5 sekolah yang sudah kami lakukan pendampingan," jelas Nurul.

 

Dijelaskan Nurul, bahwa ada tiga orang Tim Ahli, dan sepuluh orang Fasilitator yang berada di lapangan untuk melaksanakan program tersebut.

 

"Menurut dari laporan yang kami terima, tantangan tim kami selama 30 hari di lapangan dengan mengunjungi rumah peserta didik, rumah-rumah orang tua dan guru, meskipun sempat terkendala oleh waktu libur hari Natal, dan jarak tempuh lokasi sekolah yang lumayan jauh dari base camp tim," papar Nurul.


Selain itu, acara yang dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, di Pendopo Bupati Kabupaten Sorong secara Virtual pada Desember 2020 lalu, mendapat kunjungan secara langsung oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada 13 Febuari 2021.

 

Dalam kunjungannya Nadiem menyampaikan apresiasi terhadap PP IPPNU yang telah membantu melaksanakan program tersebut sebagai upaya peningkatan partisipasi guru, siswa dan orangtua siswa dalam proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19, terutama di wilayah 3T dan wilayah non 3T.

 

Nadiem juga mendorong program-program kerja prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2021. Di antaranya digitalisasi sekolah, revitalisasi pendidikan vokasi, penguatan guru dan tenaga kependidikan, pembiayaan pendidikan, dan pemajuan kebudayaan.

 

Sebagai bentuk pemerataan pendidikan yang ada, Nadiem juga menegaskan bahwa daerah-daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) akan menjadi salah satu area prioritas untuk digitalisasi sekolah. "Mereka yang benar-benar butuh pemerataan tersebut, butuh akses internet yang berimbang sama seperti di kota. Pemerataan ini terus diupayakan pemerintah," tegasnya.

 

Kontributor: Anty Husnawati
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online