Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Jalaluddin Rakhmat, Pejalan Spiritual Itu Meninggal Dunia

Jalaluddin Rakhmat, Pejalan Spiritual Itu Meninggal Dunia
Almarhum Jalaluddin Rakhmat. (Foto: dok. istimewa)
Almarhum Jalaluddin Rakhmat. (Foto: dok. istimewa)

Jakarta, NU Online

Inna lillahi wa innaa ilaihi raji'un. Cendekiawan Muslim Jalaluddin Rakhmat wafat di RS Santosa Internasional, Bandung, Jawa Barat pada Senin (15/2) pukul 15.45 WIB.


Almarhum dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh NU. Bahkan, beberapa di antaranya merasa berguru kepadanya melalui buku-bukunya.


Pengampu Ngaji Ihya Daring Gus Ulil Abshar Abdalla, misalnya. Ia menyampaikan rasa dukanya atas wafatnya. Ia menyebut sosoknya sebagai pemikir Muslim terbaik Indonesia.


"Berduka yang amat mendalam atas wafatnya salah satu pemikir Muslim terbaik Indonesia, Jalaludin Rakhmat alias Kang Jalal. Ini adalah kehilangan yang besar bagi dunia intelektual Indonesia," tulis Gus Ulil melalui status Facebooknya.


Gus Ulil mengaku menimba banyak ilmu dari Kang Jalal sejak masih seorang santri di kampung pada tahun 80-an. Bahkan, ia tak ragu mengatakan bahwa salah satu formasi pemikirannya dibentuk, antara lain, oleh gagasan-gagasan Kang Jalal.


"Dan saya bersaksi, beliau adalah orang baik," kata pengajar di Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) itu.


Hal senada diungkapkan Zuhairi Misrawi. Pemerhati Timur Tengah itu juga mengaku terinspirasi dari karya-karya almarhum.


"Saya pribadi mempunyai hubungan batin, guru dan murid. Saya berhutang budi pada almarhum,  karena karya-karya almarhum menginspirasi saya dan seantero pemikir Muslim di negeri ini," tulisnya di Facebook.


Kang Jalal dikenal sebagai seorang pakar ilmu komunikasi. Di sisi lain, ia juga mendalami spiritualitas. Dalam sebuah pertemuan internasional tahun 2006, NU Online pernah mewartakan pandangannya mengenai dunia spiritual yang menjadi jalan hidupnya.


"Manusia sekarang lebih materialistis dan konsumtif. Karena itu manusia akan mendapati dalam dirinya semacam kehampaan spiritual. Manusia suka mengukur kebahagiaan dengan materi dan kenikmatan dunia lainnya. Bagi saya spiritualitas adalah jalan atau pandangan hidup," ungkap Jalaluddin Rakhmat kepada NU Online di sela-sela konferensi internasional di Jakarta, Rabu (21/6/2006) silam.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad


 

Posisi Bawah | Youtube NU Online