Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Israel Blokir Vaksin Covid-19 ke Gaza, Palestina Dorong WHO Bertindak

Israel Blokir Vaksin Covid-19 ke Gaza, Palestina Dorong WHO Bertindak
Ilustrasi warga Palestina. (Foto: IG Amarselan)
Ilustrasi warga Palestina. (Foto: IG Amarselan)

Gaza, NU Online

Pemerintah Palestina mengutuk pemblokiran vaksin Covid-19 oleh Israel ke Jalur Gaza. Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk bertindak sesuai kewajibannya agar vaksin dapat masuk ke Jalur Gaza.


"Mohammad Shtayyeh meminta WHO tetap pada kewajibannya dan bekerja agar vaksin dapat masuk ke Jalur Gaza," kata juru bicara pemerintah Palestina Ibrahim Melhem dalam sebuah konferensi pers, Selasa (16/2) dikutip kantor berita Anadolu.


Sebelumnya, Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila mengatakan bahwa kementeriannya mengirimkan 2.000 dosis vaksin Sputnik-V Rusia ke wilayah Gaza.

 


"Penjajah Israel menolak untuk mengizinkan vaksin masuk ke daerah Jalur Gaza," kata al-Kaila dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi WAFA.


Al-Kaila mengungkapkan bahwa vaksin itu akan dikirim untuk staf medis yang bekerja di ICU yang bekerja untuk merawat pasien Covid-19, dan tim yang bekerja di bagian IGD.


Dosis tersebut merupakan gelombang pertama vaksin virus korona ke Gaza, yang diorganisasi oleh kelompok Hamas. Sektor kesehatan di Gaza mengalami kekurangan obat-obatan dan persediaan medis yang parah karena 15 tahun blokade Israel, yang merusak kemampuan untuk menghadapi penyebaran virus.

 


Pada 4 Februari, Kementerian Kesehatan menerima 10.000 dosis vaksin Sputnik-V dan mengonfirmasi bahwa sejumlah vaksin baru akan tiba di Palestina dalam beberapa hari mendatang tanpa menyebutkan tanggalnya.


Hingga Senin ini, jumlah total infeksi virus korona di Palestina mencapai 190.316, termasuk 2.133 kematian. Gaza mengkonfirmasi 53.593 kasus, termasuk 537 kematian.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya