Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Miliki Lahan Wakaf Produktif, Masjid Karomah Kedungbanteng Tegal Jadi Masjid Mandiri

Miliki Lahan Wakaf Produktif, Masjid Karomah Kedungbanteng Tegal Jadi Masjid Mandiri
Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin (kedua dari kanan) bersama tim BBM Berkah Masjid Karomah Desa Sumingkir, Kedungbanteng, Tegal. (Foto: dok istimewa)
Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin (kedua dari kanan) bersama tim BBM Berkah Masjid Karomah Desa Sumingkir, Kedungbanteng, Tegal. (Foto: dok istimewa)

Tegal, NU Online
Masjid Karomah di Desa Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah memiliki kekayaan wakaf yang dapat menopang kegiatannya. Sekarang ini, masjid tersebut punya kekayaan wakaf berupa lahan pertanian yang mencapai empat bau.


Ukuran 1 bau adalah 500 ubin, dengan satu ubin 14,0625 meter persegi. Empat bau setara dengan 28.125 meter persegi. Adapun lahan pertanian tersebut rata-rata ditanami tanaman sayuran.


KH Muchidin, Ketua Takmir Masjid Al-Karomah Desa  Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, seperti penuturan Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin mengatakan, lahan tersebut akan disewakan tahunan yang hasilnya dipergunakan untuk ri’ayah masjid. Nilai sewa per tahun total sebesar 23 juta rupiah.


"Masjid tersebut mengalami renovasi terakhir 2015, dan kelar hanya dalam dua tahun dengan anggaran 2,5 miliar dari masyarakat sendiri. Tidak ada dari luar. Sekalipun ada ya dari warga sendiri yang berada di luar daerah," kata Ali Sobirin, Rabu (17/2) siang.


Ia berharap, proses penyempurnaan fisik masjid dapat segera dilanjutkan agar bisa dapat dimanfaatkan untuk sarana pendidikan seperti Madrasah dan TPQ. Ia melihat, sinergi ulama dan umara di sana sangat kuat. Untuk bidang ekonomi, misalnya, pemdes meminta agar pemanfaatannya diserahkan kepada pihak desa.


"Alhamdulillah, sampai saat ini masjid ini masih terjaga amaliyah-nya. Dan memang kita harus hati-hati agar masjid tidak disusupi paham yang aneh-aneh," kata Kiai Nur Yasin, sesepuh Desa Margamulya.


"Ini hal yang sangat penting dan patut menjadi percontohan bagi masjid-masjid lainnya di Indonesia," imbuh Ali Sobirin, Wasek.


Kehadiran Ali Sobirin sendiri dalam kegiatan Bersih-bersih Masjid (BBM) Berkah LTM PBNU bekerja sama dengan MTs NU Husnaba Kedungbanteng Tegal, MWCNU Kedungbanteng Tegal, LTM PCNU Kabupaten Tegal, IMT (Ikatan Mahasiswa Tegal) Ciputat, dan MTT (Majelis Telkomsel Taqwa).


Selain di Masjid Al-Karomah, kegiatan BBM LTM PBNU pada hari itu juga berlangsung di Masjid Baiturrahim Desa Margamulya, dan Masjid Falakhuddin Desa Dukuhjati Wetan.


Kegiatan dilakukan dalam rangka Harlah ke-98 NU versi Hijirah NU dan Harlah ke-50 LTM NU. Kegiatan BBM Berkah diisi dengan aksi membersihkan masjid oleh para takmir dan relawan.


Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori
 

Posisi Bawah | Youtube NU Online