Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Bersih-bersih Masjid di Bogor Perkuat Silaturahim Pengurus LTMNU dengan Takmir

Bersih-bersih Masjid di Bogor Perkuat Silaturahim Pengurus LTMNU dengan Takmir
Kegiatan Bersih-bersih Masjid di Bogor, Jawa Barat. (Foto: LMNU Bogor)
Kegiatan Bersih-bersih Masjid di Bogor, Jawa Barat. (Foto: LMNU Bogor)

Bogor, NU Online

Lembaga Takmir Masjid PBNU dan PC LTMNU Kabupaten Bogor melakukan Bersih Bersih Masjid (BBM) Berkah, Ahad (21/2). BBM Berkah di masa pandemi Covid-19 perlu ekstra hati-hati. Namun, esensinya, menjaga agar masjid-masjid tetap bersih dan suci, sehingga nyaman untuk jamaah beribadah.

 

"Kami ingin agar masjid-masjid terpelihara kebersihan dan kesuciannya, sehingga jamaah nyaman beribadah," tutur Ketua Program BBM Berkah LTM PBNU, Ustadz Mujahidin.

 

Ketua LTMNU Kabupaten Bogor, H Agus Riadi mengatakan BBM adalah langkah awal silaturahmi dengan pengurus masjid. "Melalui BBM, pengurus LTMNU 'turba', sehingga bisa memotret langsung kondisi masjid dan jamaah masjid tersebut. Dari hasil tersebut, dianalisa untuk langkah program turunannya," kata Agus Riadi.

 

Salah satu kegiatan susulan setelah BBM adalah kesiapan beberapa masjid yang telah untuk plangisasi masjid-masjid yang menjadi lokasi BBM.

 

"Plangisasi, adalah respons terhadap instruksi Ketua PBNU yang membidangi Masjid dan Dakwah, KH Abdul Manan Abdul Ghani untuk membentuk Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) yang sekretariatnya di masjid, bukan di rumah pengurus," kata H Agus.

 

Ia menambahkan, saat ini telah ada permintaan langsung dari pengurus masjid untuk diplangisasi sebanyak 10 masjid, tersebar dari beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor. "Indikasinya terus bertambah dalam beberapa hari mendatang. Kita targetkan hingga 101 plangisasi PARNU tiga bulan ke depan.
Ini faktor positif untuk mengukuhkan syiar NU," tambah Kang Agus, sapaan akrabnya.

 

Jika PARNU ada di masjid, lanjut dia, berarti tiap RW ada minimal satu PARNU. "Ini tolok ukur keberhasilan kepengurusan NU melalui LTMNU yang berbasis jamaah," imbuhnya.

 
Ia mengajak para takmir masji untuk terus bergerak agar di satu abad NU pada 2026 tiap masjid ada PARNU. "Ada muharrik yang menggerakkan kemakmuran masjid dan perbaikan ekonomi jamaah," harapnya.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Alhafiz Kurniawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online