Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Internasional Keislaman Risalah Redaksi English Opini Obituari Video Tokoh Hikmah Arsip

Ikutilah Pekan Mahasiswa Belajar Pertanian KMNU IPB

Ikutilah Pekan Mahasiswa Belajar Pertanian KMNU IPB
Pekan Belajar Pertanian terinspirasi dari berbagai pondok pesantren. Sebelum para santri dinyatakan lulus maka terlebih dahulu melakukan pengabdian kepada pondok atau masyarakat setempat. (Foto: KMNU IPB)
Pekan Belajar Pertanian terinspirasi dari berbagai pondok pesantren. Sebelum para santri dinyatakan lulus maka terlebih dahulu melakukan pengabdian kepada pondok atau masyarakat setempat. (Foto: KMNU IPB)

Bogor, NU Online

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan 'Pekan Mahasiswa Belajar Pertanian'.

 

Ketua KMNU IPB, Azroo Alfaqih Rojuli mengatakan kegiatan diadakan untuk meningkatkan silaturahim antara mahasiswa KMNU IPB dengan para petani. Bertema Kembali kepada tanah ibu pertiwi bersama para petani, kegiatan berskala nasional.

 

"Kegiatan ini didasari dengan kondisi pandemi yang mengharuskan kuliah secara daring, mengakibatkan keterampilan teknis dalam pengelolaan pertanian menjadi sangat kurang. Terlebih kepastian berakhirnya pandemi belum kunjung bisa diprediksi. Kegiatan ini hadir dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi khususnya mahasiswa NU bidang pertanian dengan experts (petani) yang ada di lapangan," kata Azroo dalam rilis yang diterima NU Online, Jumat (5/3).


Ia berharap kegiatan yang diadakan oleh KMNU IPB bekerjasama dengan Gerakan Petani Nusantara (GPN) dapat ikut serta berkontribusi dalam penyelesaian masalah pembelajaran karena dampak Covid-19. "Semoga langkah kecil ini dapat bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Pelaksana Progam Alif Ibrahim, menuturkan kegiatan ini terinspirasi dari berbagai pondok pesantren. Sebelum para santri dinyatakan lulus maka terlebih dahulu melakukan pengabdian kepada pondok atau masyarakat setempat. "Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar mahasiswa, tapi juga sebagai bentuk kontribusi yang nyata bagi masyarakat," katanya.

 

Alif juga merinci timeline kegiatan. Pendaftaran 3-10 Maret 2021 secara daring. Seleksi pada 11-13 Maret 2021, kemudian pengumuman peserta lolos pada 14 Maret 2021 melalui daring.

 

"Selanjutnya pada 16 Maret 2021 dijadwalkan gathering perdana juga dilakukan daring, pembekalan dan pelepasan 17 Maret 2021 secara daring. Adapun kegiatan di lapangan 19-28 Maret 2021 ini secara luring, dan  penutupan pada 28 Maret 2021 melelaui daring," bebernya.

 

Alif menjelaskan wilayah pembelajaran mencakup empat provinsi di Pulau Jawa. Keempatnya adalah, Jawa Timur yang mencakup Bojonegoro, Nganjuk, Kediri, Lamongan, Banyuwangi, Ngawi, Ponorogo, Pasuruan, Trenggalek, Blitar, dan Tuban. 


"Lalu Jawa Tengah meliputi Tegal, Kebumen, Magelang, Demak, Temanggung, Klaten, Pati, dan Brebes. Provinsi DIY mencakup Kulon Progo dan Gunung Kidul; dan Jawa Barat mencakup Bogor, Subang, Indramayu, Bandung barat, Bandung, dan Kuningan," beber Alif.

 

Menurutnya, secara umum, progam yang terdapat di wilayah pembelajaran difokuskan tentang pertanian. Khusus wilayah Brebes termasuk dalam bidang perikanan dan mangrove, sehingga pembelajaran akan lebih banyak berkaitan dengan dunia lapang dan praktik langsung.

 

Kegiatan ini terbuka untuk semua jurusan. Adapun persyaratan untuk calon peserta adalah
1. Sehat jasmani dan rohani
2. Anggota atau alumni KMNU
3. Minimal semester satu
4. Siap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku
5. Siap belajar dan mengabdi selama masa progam
6. Berdomisili di wilayah pembelajaran
7. Siap menjaga nama baik
8. Mengisi formulir pendaftaran melalui http://ipb.link/belajarbertani.

 

"Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi narahubung Febri di nomor WhatsApp 6281283709536 atau Ridwan di nomor WhatsApp WA 6285695523306," pungkasnya.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Alhafiz Kurniawan

 

 

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya