Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Cerita Peserta Tertua Diklatsar Banser Puncak Bogor

Cerita Peserta Tertua Diklatsar Banser Puncak Bogor
Dedi Rustandi, warga Kampung Jampang, RT 03/02, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Ia mengaku sejak lama ingin bergabung dengan Banser. (Foto: istimewa)
Dedi Rustandi, warga Kampung Jampang, RT 03/02, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Ia mengaku sejak lama ingin bergabung dengan Banser. (Foto: istimewa)

Bogor, NU Online

Semangat untuk mengikuti kegiatan Diklatsar Banser tak hanya dimiliki oleh kaula muda. Generasi tua juga turut mengikuti kegiatan tersebut. Seperti Dedi Rustandi, pria kelahiran Bogor 16 Februari 1968 ini termotivasi menjadi anggota Banser. Dedi turut kegiata Diklatsar Banser yang diadakan Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat-Ahad, 4-6 Maret 2021.

 

Dedi adalah warga Kampung Jampang, RT 03/02, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Ia mengaku sejak lama ingin bergabung dengan Banser. Saat masih muda, ia menjadi pegawai desa yang menghabiskan waktunya untuk mengabdi di tempat ia bekerja.

 

"Dari muda dulu mau ikut Banser. Tapi selalu nggak bisa ninggalin kerjaan. Sekarang sudah nggak jadi staf desa, alhamdulillah bisa ikut," kata Dedi, Jumat (5/3) malam.

 

Saat ini Dedi memiliki 12 orang cucu. Namun, ia mengaku tak malu untuk menjemput cita-citanya yang telah lama ia idam-idamkan yaitu menjadi anggota Banser. Hanya saja, di usianya yang telah menua, Dedi terbentur dengan persoalan ekonomi karena tak lagi memiliki penghasilan tetap.

 

"Saya kadang nguli bangunan, kadang jadi sopir. Jadi ngga ada gaji kaya waktu jadi staf desa dulu," tuturnya. 

 

Minta doa anak, dapat bantuan Kepala Desa

Meskipun hidup berkekurangan, ia memiliki harapan besar untuk bergabung dalam Banser walaupun kemampuan finansial tak memadai, ia merasa yakin dengan kekuatan doa. Pada setiap shalat, di sujud terakhirnya, Dedi selalu berdoa untuk dapat kesempatan mengikuti Diklatsar.

 

"Kata guru saya, di sujud terakhir kalau doa bisa dikabul (ijabah)," kata Dedi.

 

Tak hanya itu, Dedi juga meminta doa pada kepada lima anaknya. Sampai para anaknya merasa aneh dengan permintaan Dedi yang seperti tiba-tiba meminta untuk menjadi anggota Banser.

 

"Sebelumnya saya minta maaf (kepada anak-anak). Terus saya minta doa untuk bisa jadi anggota Banser. Anak saya sampai bingung," kata Dedi dibarengi tawa.

 

Setelah menunggu beberapa hari, tepat pada hari Rabu 3 Maret 2021, Dedi dipanggil oleh Kepala Desa untuk merapikan puing bangunan baru kantor desa yang berada di sisi kanan kantor desa lama. Saat itu Dedi bercerita pada Kepala Kesa mengenai keinginannya untuk menjadi anggota Banser. Tiba-tiba Kepala Desa berjanji akan membantu.

 

"Kapan acaranya? Nanti saya bantu ongkosnya," kata Dedi menirukan perkataan Kades. Alhasil, Dedi diberi ongkos sebesar Rp300 ribu. Uang itu digunakannya untuk mendaftar dan ongkos berangkat ke lokasi acara.

 

Diikuti 118 warga Bogor

Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tersebut diikuti 118 peserta dari Kabupaten Bogor. Dedi adalah peserta tertua yang berumur 58 tahun.

 

Kegiatan ini berlangsung di Villa Alam Boriska, Kecamatan Megamendung. Saat pelaksanaan kegiatan, panitia menyiapkan berbagai perangkat untuk penerapan protokol kesehatan. Sebelum pembukaan dimulai, panitia dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap telah menyemprotkan disinfektan kepada semua peserta, Jumat (5/3).

 

Ketua PC Ansor Bogor, Damiry menerangkan, tujuan pelaksanaan acara guna melatih mental dan menambah pengetahuan meski harus dilaksanakan di tengah-tengah pandemi Covid-19.

 

Ia mengatakan para anggota yang telah melalui proses kaderisasi internal ini dapat langsung melakukan pengabdian di organisasi Nahdlatul Ulama. "Untuk Sahabat-sahabat yang berminat, setelah menjadi Banser nanti bisa berkhidmat di NU," katanya.

 

Ketua PCNU Kabupaten Bogor, KH Aim Zaimuddin berharap, peserta dalam kegiatan tersebut bisa semakin menambah keyakinan pada Nahdlatul Ulama.  "NU adalah pilihan organisasi terakhir kita. Di sini banyak berkah karena doa ulama menyertai kita," tegasnya.

 

Adapun kegiatan itu dibuka oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Megamendung, KH M Zein, dihadiri juga oleh Ketua PW Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar dan Satkorcab Banser Bogor, M Ruslan.

 

Kontributor: Sanusi Wirasuta
Editor: Kendi Setiawan

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya