Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Berangkat Tidaknya Jamaah Haji 2021 Tunggu Keputusan Arab Saudi

Berangkat Tidaknya Jamaah Haji 2021 Tunggu Keputusan Arab Saudi
Menag Yaqit Cholil Qoumas mengatakan berdasarkan perkembangan Covid-19 sampai saat ini, musim haji tahun ini tidak akan dijalankan secara normal. Berbagai peraturan ketat akan tetap diberlakukan seperti saat perjalanan menuju ke Arab Saudi dan akomodasi seperti kapasitas kamar bagi jamaah.
Menag Yaqit Cholil Qoumas mengatakan berdasarkan perkembangan Covid-19 sampai saat ini, musim haji tahun ini tidak akan dijalankan secara normal. Berbagai peraturan ketat akan tetap diberlakukan seperti saat perjalanan menuju ke Arab Saudi dan akomodasi seperti kapasitas kamar bagi jamaah.

Jakarta, NU Online
Sampai dengan saat ini Kementerian Agama belum mendapatkan kepastian dari Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa kepastian tentang hal tersebut masih menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi.

 

Namun, saat ini pihaknya sudah menyiapkan sejumlah skenario jika sudah ada keputusan dari pemerintah Arab Saudi. Skenario ini bisa berjalan jika ada keputusan haji dari pemerintah Arab Saudi.

 

Berdasarkan perkembangan Covid-19 sampai saat ini, ia memprediksi musim haji tahun ini tidak akan dijalankan secara normal. Berbagai peraturan ketat akan tetap diberlakukan seperti saat perjalanan menuju ke Arab Saudi dan akomodasi seperti kapasitas kamar bagi jamaah.

 

"Kami belum ada kepastian, mudah-mudahan bisa ya, tetapi ya tidak tahu. Itu kan kebijakan pemerintah Arab Saudi. Kita ini kan tamu, kita ikuti aturan pemerintah di sana," katanya saat berada di Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/3).

 

Persiapan yang telah dilakukan oleh Kemenag di antaranya dengan mengusulkan pada Kementerian Kesehatan agar para calon jamaah haji diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Hal ini selaras dengan Pemerintah Arab Saudi sudah mengambil kebijakan untuk mewajibkan pada setiap jamaah dan para petugas haji untuk sudah divaksin Covid-19. 

 

"Vaksinasi Covid-19 diwajibkan bagi mereka yang ingin datang melaksanakan haji dan jadi syarat utama izin masuk," katanya Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr. Tawfiq Al-Rabiah, Rabu (3/3).

 

Persiapan lain yang sudah dilakukan oleh Kementerian Agama adalah dengan menggelar Muzakarah Perhajian yang akan fokus membahas manajemen penyelenggaraan haji di masa pandemi. Muzakarah akan menjadi forum saling berbagi ide dan gagasan terkait tata kelola haji saat pandemi.

 

"Muzakarah juga akan memperkuat konten manasik, utamanya dalam konteks pandemi. Manasik yang tidak hanya semata berkenaan dengan masalah ibadah berbasis kitab fiqih, tapi juga hal-hal yang terkait antropologi haji, menyangkut hasil riset terkait prilaku jemaah haji Indonesia dan tantangannya saat pandemi. Termasuk menjadi fokus pembahasan adalah manajemen seleksi jemaah jika ada pembatasan kuota haji," kata  Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman dilansir dari laman Kemenag.

 

Muzakarah ini juga diharapkan bisa menjadi ajang penyusunan mitigasi penyelenggaraan haji di masa pandemi. Aspek tinjauannya bisa dilihat dari berbagai hal, mulai dari kesehatan, hingga manajemen penyelenggaraan ritual ibadah dan manajemen layanan. 

 

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online