Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Nasional dengan Melibatkan Pesantren

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Nasional dengan Melibatkan Pesantren
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Nur Yasin. (Foto: dok. FPKB)
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Nur Yasin. (Foto: dok. FPKB)

Jakarta, NU Online

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Nur Yasin, meminta pemerintah untuk melakukan speed up atau percepatan dalam pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 skala nasional. Salah satu upayanya adalah dengan melibatkan pesantren untuk masuk menjadi salah satu bagian yang diprioritaskan dalam program vaksinasi nasional.


Menurutnya, jika pemerintah tidak melibatkan lembaga seperti pesantren maka kemungkinan program vaksinasi nasional tidak akan selesai dalam waktu setahun. Karena itu, Nur Yasin mendorong pemerintah untuk melibatkan lembaga-lembaga tempat berkumpulnya banyak orang seperti pesantren. 


“Kita ini walaupun di ASEAN tergolong cepat, tapi di tingkat dunia kita lambat. Israel sudah hampir 100 persen. Amerika sudah di atas 30 persen,” ungkap Nur Yasin, dikutip NU Online dari PKB TV pada Rabu (10/3) sore. 


“Saya akan berusaha meminta kepada pemerintah agar di lembaga-lembaga seperti pesantren, atau kalau Katolik itu di lembaga-lembaga sinagoge, itu kalau bisa harus ada (vaksinasi),” ujar Legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) ini. 


Di samping itu, Nur Yasin juga akan meminta kepada pemerintah untuk mengintensifkan evaluasi program vaksinasi yang telah dijalankan selama ini. “Nanti coba saya usulkan agar pemerintah ada tim untuk evaluasi dari mereka yang divaksin,” tuturnya.


Saat ini, lanjutnya, Indonesia sudah mendapatkan 1,1 juta vaksin gratis dari Astrezeneca yang diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk setiap negara. Vaksin tersebut juga sudah dikeluarkan izin edar darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.


“Sekarang pilihannya ada dua untuk vaksin dari pemerintah. Sinovac dan Astrezeneca. Efektif mana? Saya tidak bisa jawab. Harus diuji setelah divaksinkan,” ucap Nur Yasin.


Indonesia terima vaksin Astrazeneca 


Indonesia telah menerima 1,1 juta dosis vaksin yang diperoleh melalui skema kerja sama multilateral. Vaksin itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pada Senin (8/3) pukul 17.45 WIB. Pengiriman pertama vaksin via skema multilateral atau tahap keenam pengiriman vaksin pemerintah Indonesia tersebut menyertakan vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi Astrazeneca.


“Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi (siap pakai) dengan total berat 4,1 ton yang terdiri atas 11.136 karton,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dikutip dari situs resmi Presiden RI.


Retno menjelaskan, vaksin itu diperoleh melalui kerja sama yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), WHO, UNICEF, Coalition fot Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), dan berbagai pihak internasional yang lain.


Kerja sama tersebut dilakukan atas inisiatif Covid-19 Vaccines Global Acces (COVAX) Facility. Inisiatif ini bertujuan untuk mengupayakan kesetaraan akses terhadap vaksin-vaksin Covid-19 bagi seluruh negara di dunia.


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad

Posisi Bawah | Youtube NU Online