Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
ISRA' MI'RAJ 1442 H

Isra’ Mi’raj Ajarkan Keseimbangan dalam Beragama

Isra’ Mi’raj Ajarkan Keseimbangan dalam Beragama
Ustadz Das’ad Latif saat berceramah di Kemenag. (Foto: Twitter Kemenag RI)
Ustadz Das’ad Latif saat berceramah di Kemenag. (Foto: Twitter Kemenag RI)

Jakarta, NU Online
Peristiwa Isra’ Mi’raj yang memperjalankan Nabi Muhammad SAW atas seizin Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina serta perjalanan ke sidratul muntaha untuk bertemu dengan Allah itu memberikan pelajaran dan pengajaran tentang keseimbangan dalam beragama.


Demikian diungkapkan Pendakwah Ustadz Das’ad Latif saat menyampaikan ceramah dalam Peringatan Isra’ Mi’raj Tingkat Kenegaraan yang disiarkan langsung melalui RRI, TVRI, serta kanal Youtube Kementerian Agama, pada 27 Rajab 1442 hijriah atau bertepatan dengan Rabu (10/3) malam.


“Isra’ Mi’raj mengajarkan keseimbangan. Buktinya, kita belajar dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang menggambarkan kepada kita, kamu kalau mau maju, dan moderasi beragamamu lancar, maka perbaiki hubunganmu kepada sesama manusia,” tutur dai kondang asal Makassar, Sulawesi Selatan ini.


“Tetapi itu tidak cukup, maka sempurnakan juga hubunganmu dengan Allah. Itulah Mi’raj. Isra’-nya kepada sesama manusia. Mi’raj-nya kepada Allah,” lanjutnya.


Ustadz Das’ad kemudian memberikan permisalan atau contoh nyata di kehidupan. Ia mengandaikan bahwa keseimbangan dalam beragama tidak akan bisa terwujud jika seseorang rajin beribadah tapi kerap bermusuhan dengan tetangga. 


“Ada orang baik betul ibadahnya. Hitam jidatnya gara-gara shalat, tahajjud tiap malam. Puasa Senin-Kamis, berjamaah di masjid, dan tadarrus tiap hari. Tetapi dengan tetangga bermusuhan gara-gara parkir. Tetangga depan rumah jadi musuh karena persoalan got. Di belakang bertengkar karena binatang ternak,” jelas Dosen dan Peneliti di UIN Alauddin Makassar ini.


Menurutnya, orang seperti itu tidak baik. Sebab Nabi menginformasikan dalam hadits yang sangat masyhur di kalangan umat Islam yakni khairunnas anfauhum linnas. Artinya, sebaik-baik manusia adalah yang mampu menebar banyak manfaat untuk orang lain. 


“Nabi menginformasikan orang baik itu yang bukan sekadar shalatnya bagus dan tiap tahun pergi umrah, tapi khairunnas anfauhum linnas. (Orang) yang paling banyak manfaatnya buat orang lain,” jelas Ustadz Das’ad. 


Terdapat kemungkinan lain bahwa mungkin saja ada seseorang yang hanya menjalankan shalat lima waktu, sedekah seadanya, dan hanya menjalankan umrah tidak pernah haji. Namun ternyata, orang ini mampu memberikan banyak manfaat di lingkungan sekitar dengan menyebarkan berbagai kebaikan. 


“Dia telah menjadi rahmatan lil alamin, Islam yang membawa keberkahan bagi lingkungannya. Maka dia lebih baik daripada yang hitam jidatnya tapi banyak musuhnya. Inilah yang disebut keseimbangan,” jelas Ustadz Das’ad.


Lebih lanjut ia menjelaskan tidak baik juga jika yang terjadi adalah sebaliknya. Seseorang yang akhlaknya baik, bertutur kata dengan santun, dan sedekahnya pun cukup tapi justru tidak pernah menunaikan kewajiban shalat lima waktu. 


“Itu juga tidak baik. Maka diajarkanlah keseimbangan Isra’ dan Mi’raj. Perbaiki hubunganmu secara horizontal, tapi jangan lupa vertikal. Inilah yang disebut hablun minaallah hablun minannas,” ungkap Ustadz Das’ad.


Tak lekang oleh waktu
Di kesempatan yang sama, Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, peristiwa Isra’ Mi’raj yang diperingati setiap Rajab ini tidak akan pernah lekang oleh waktu. Sebab terdapat banyak pelajaran penting yang bisa dipetik sebagai hikmah.


“Banyak hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, khususnya dalam moderasi beragama. Di antara spirit Isra’ Mi’raj itu adalah keseimbangan, persatuan, keadilan dan musyawarah yang juga menjadi spirit bangsa Indonesia di tengah keberagaman menuju cita-cita bangsa berdasarkan nilai Pancasila dan UUD 1945,” tutur Menag.


Kemudian, ia merasa gembira dengan cara atau metode ceramah yang disampaikan Ustadz Das’ad Latif. Karena itu, Menag Yaqut menobatkan Ustadz Das’ad sebagai Duta Moderasi Beragama Kementerian Agama. 


“Kita menobatkan Ustaz Das’ad Latif sebagai Duta Moderasi Beragama. (Karena) kita senang dalam setiap ceramahnya, senantiasa mensyiarkan Islam yang rahmatan lil alamin dan Islam yang damai kepada umat,” ujarnya.


Isra’ Mi’raj tahun ini mengusung tema Spirit Isra’ Mi’raj dalam Membangun Moderasi Beragama. Giat ini digelar secara daring dan luring dari Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat.


Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, para duta besar negara sahabat, sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju, Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, Kepala Kantor Wilayah Kemenag, dan perwakilan ormas Islam hadir dalam acara peringatan Isra' Mi'raj itu secara daring. 


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Musthofa Asrori
 

Posisi Bawah | Youtube NU Online