Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Peringatan Isra' Mi'raj di Poso

Peringatan Isra' Mi'raj di Poso
Peringatan Isra Mi'raj di Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/3). (Foto: istimewa)
Peringatan Isra Mi'raj di Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/3). (Foto: istimewa)

Poso, NU Online

Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Mustafa Lil Khairaat Palu, Habib Idrus bin Ali Alhabsyi mengatakan peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa yang sangat spektakuler dan masyhur yang terjadi sepanjang sejarah Islam.      
                                                     

Hal itu disampaikannya saat hikmah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang prakarsai oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan Alkhairaat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/3). Habib Idrus menegaskan momentum peringatan Isra'Mi'raj sekaligus menjadi spirit bagi dua organisasi Islam ini, bersama badan otonomnya melaksanakan roadshow peringatan Isra Mi'raj di Poso.

 

Ibrahim Ismail, Katib Syuriyah NU Kabupaten Poso mengatakan sejumlah masjid di Kecamatan Poso Kota Utara menjadi sasaran roadsow Isra' Mi'raj ini. "Alhamdulillah, bersama Alkhairaat Poso beserta banom WIA, HPA, PGA, dan Banom NU seperti GP Ansor, melaksanakannya di tiga masjid berbeda. Yakni, Masjid Muhajirin Kalamalea, Masjid Al Hijrah, dan puncak peringatan Isra Mi'raj dilaksanakan di Masjid Nurul Yaqin Tegalrejo," papar Ismail.

 

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Poso, Muhammad Yasin Mangun, Kapolres  Poso, Wakil Ketua DPRD Poso, Pimpinan Pusat GP Ansor, Banom NU dan Banom Alkhairaat, para Imam Masjid Desa tetangga.

 

Ibrahim Ismail yang juga Abnaul Khairaat itu mengatakan, kegiatan ini bertujuan melestarikan tradisi keislaman yang dibawah oleh para kiai, ulama, ustadz yang telah memberikan pendidikan kepada masyarakat.

 

"Besar harapan saya para anak muda NU dan Alkhairaat untuk selalu mengingat dan mengikuti jejak Rasulullah sebagai nabi yang membawa misi Islam yang rahmatan lil aalamin.

 

Peringatan Isra' Mi'raj ini, kata Ibrahim, juga mengajarkan kepada kita untuk selalu menjaga dan memelihara shalat Hal itu karena esensi dari perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha sampai ke Sidratatul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu.

 

Hikmah Isra' Mir'raj

Peringatan Isra' Mi'raj banyak dilakukan warga NU di berbagai daerah. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, peringatan Isra Mi'raj dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Di beberapa tempat, undangan untuk jamaah bahkan tidak disebarkan massif seperti tahun-tahun sebelumnya.

 

Mengenai hikmah Isra' Mi'raj, Alhafiz Kurniawan dalam Hikmah Pengurangan dari 50 ke 5 Waktu Shalat pada Malam Isra' Mir'aj menyebutkan, Syekh Manna’ Al-Qaththan mengutip kesepakatan ulama perihal shalat lima waktu dalam sehari semalam yang diwajibkan pada malam Isra’ dan Mi’raj, yaitu sekira satu tahun sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW ke Kota Madinah. Ibadah shalat awalnya diwajibkan sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam, tetapi kemudian terjadi negosiasi hingga akhirnya berjumlah lima waktu sebagaimana riwayat hadits perihal Isra’ dan Mi’raj.

 

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi menyebutkan hikmah di balik keringanan dan pengurangan waktu shalat dari 50 ke lima waktu shalat dalam sehari semalam pada malam Isra’ dan Mi’raj. Al-Bujairimi mencoba memancing dengan pertanyaan, 'Bukankah Allah sudah tahu bahwa kewajiban shalat pada akhirnya berjumlah lima waktu. Lalu untuk apa awalnya diwajibkan 50 kali?”

 

Negosiasi jumlah shalat dalam sehari semalam, kata Al-Bujairimi, menunjukkan ketinggian derajat Nabi Muhammad SAW di sisi Allah. Pengurangan waktu shalat dari 50 ke 5 waktu shalat dalam sehari semalam menjadi bukti kebenaran syafa’at Rasulullah SAW bagi umatnya.

 

"Tanpa syafaat tersebut, niscaya umatnya akan terjatuh dalam kesulitan. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj dengan pengurangan waktu shalat merupakan bukti kepedulian Rasulullah SAW, bukti kekuatan syafaat Rasulullah di sisi Allah, bukti manfaat syafaat Rasulullah SAW bagi umatnya di dunia, dan lebih-lebih kelak di akhirat," tulis Alhafiz Kurniawan.

​​​​​​​

Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online