Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Grup Shalawat di Mimika Papua Ini Nyaris Bubar, Kini Makin Berkibar

Grup Shalawat di Mimika Papua Ini Nyaris Bubar, Kini Makin Berkibar
Penampilan grup Ahbabul Musthofa Mimika, Papua di acara haul masyayikh dan Isra' Mi'raj. (Foto: NU Online/Panitia)
Penampilan grup Ahbabul Musthofa Mimika, Papua di acara haul masyayikh dan Isra' Mi'raj. (Foto: NU Online/Panitia)

Mimika, NU Online

Membangun sebuah kelompok atau jamaah bukanlah pekerjaan mudah. Asal-usul anggota yang berbeda suku, keluarga, latar belakang, usia, pengalaman, pendidikan, kepentingan, dan lingkungan yang berbeda adalah sebuah kepastian. Tentu diperlukan sikap kepemimpinan yang kuat dan nasib baik untuk bisa eksis dan berkembang.

 

Hal inilah yang dirasakan oleh grup hadrah Ahbabul Musthofa Mimika (AMM), Papua di awal berdirnya. Melewati perjalanan yang demikian berliku, namun akhirnya bisa berkibar hingga kini.

 

"AMM ini berdiri pada 7 November 2020 sebagai respons positif digelarnya gebyar shalawat yang melibatkan 6 grup hadrah dari berbagai lokasi," kata Ustadz Sugiarso kepada NU Online, Kamis (18/3).

 

Salah seorang pembina AMM tersebut  menjelaskan bahwa keberadaan grup ini merupakan wadah para pecinta Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf (Syechermania dan Syechermanita). Juga grup hadrah Habsyi santri dan remaja masjid, serta mushala di Kabupaten Mimika. 

 

"Mengingat kembali suka citanya kami membuat satu grup shalawat AMM bagai anak kecil yang baru berjalan, sering tersandung dan jatuh," kata Ricky Nurdiansyah.

 

Menurut salah seorang pelatih grup AMM ini, banyak ide dari pelatih dan personel lain yang berbeda dan kadang bertolak belakang. 

 

"Intervensi yang tidak bertanggungjawab dari berbagai pihak pada grup ini membuat kacau dan  bahkan grup ini nyaris bubar," kenangnya. Tapi berkat pertolongan Allah SWT dan setiap personil menjaga keistikamahan, alhamdulillah grup bisa pertahankan, lanjutnya.

 

Semenjak melewati masa kritis ini, AMM mulai kompak sejak tampilan shalawat dalam rangka hari lahir ke-98 NU awal Februari lalu. Setelah itu, jadwal shalawat makin banyak dan otomatis kekompakan makin baik karena latihan kian sering dilakukan.

 

Tampilan terkini AMM adalah mengisi  acara haul masyayikh dan Isra’ Mi’raj, Sabtu (14/3) lalu. Kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Nurul Hikmah Pondok Pesantren Darussalam Mimika. 

 

Menurut Ustadz Sugiarso, selama kegiatan berlangsung tampilan yang ditunjukkan luar biasa. Hal tersebut terlihat dari kedisiplinan, kekompakan dan ketahanan yang ditunjukkan. 

 

“Memulai shalawat sejak pukul 7 pagi hingga selesai yakni pukul 12.30 dengan terus berada di panggung tetapi dibalut stamina prima,” ungkapnya.

 

Karena itu dirinya secara khusus berharap seluruh anggota shalawat diberkahi Allah dan mendapatkan keberkahan sahibul haul.

 

“Semoga AMM makin maju berkembang dan motor gerakan Mimika sebagai kota shalawat," harap dia.

 

Di kesempatan berbeda, Ustadz Muhtadin menyampaikan rasa bangga dan sangat terharu melihat penampilan AMM pada acara  tersebut.

 

“Walaupun belum sempurna, namun sudah  luar biasa," ungkap inisiator dibentuknya AMM tersebut.

 

Pelatih AMM ini juga menyampaikan salam kepada grup shalawat lain. Yakni Ahbabul Mustofa Jember, Al-Jiduri Denpasar Bali, Roshi yakni Roudlotush Shibyan dan Latifatul Jannah Gumukmas Jember, dan grup hadrah yang lain.

 

Kesan serupa disampaikan Ricky, selaku pelatih dan koordinator. Bahwa performa yang ditampilkan membuat bangga dan haru hadirin.

 

"Saya bangga atas tampilan yang diberikan. Terbayar lunas sudah tetesan keringat kami sewaktu latihan dengan penampilan yang baik dan antusiasme jamaah yang luar biasa. Semoga segera kami bisa mengiringi Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di bumi Mimika ini," tegasnya.

 

Pada tanggal 28 Maret nanti AMM diundang untuk mengisi acara pernikahan. Kepercayaan dari sejumlah kalangan dan kerja keras tanpa lelah menjadikan grup shalawat tersebut semakin berkibar, meski sempat terancam bubar.

 

Editor: Ibnu Nawawi

Posisi Bawah | Youtube NU Online