Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Muslimat NU: Habluminallah dan Habluminannas Ajarkan Perdamaian dan Persaudaraan

Muslimat NU: Habluminallah dan Habluminannas Ajarkan Perdamaian dan Persaudaraan
Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa. (Foto: dok. istimewa)
Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa. (Foto: dok. istimewa)

Jakarta, NU Online

Hadir dalam acara webinar Peringatan Harlah Muslimat ke-75 NU tahun pada Senin (29/3), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa menjelaskan prinsip hablumminallah dan hablumminannas yang mengajarkan perdamaian untuk membangun persaudaraan antarumat beragama, etnis, suku, budaya, serta strata sosial. 


"Oleh karena itu tentu kita semua sedih prihatin dan kita mengutuk segala macam kekerasan yang muncul atas nama apapun (termasuk atas nama agama)," kata Khofifah, Senin (29/3).


Ketua Umum PP Muslimat NU selama empat periode ini menegaskan bahwa terdapat tiga ukhuwah yang diajarkan oleh Rais Aam PBNU periode 1984-1991, KH Ahmad Shiddiq Jember.


"Bagaimana membangun ukhuwah Islamiyah yang satu baca Qunut yang lain tidak baca Qunut mereka bersaudara, ada ukhuwah wathoniyah yang satu suku Gayo misalnya di Aceh yang satu ada suku Baduy misalnya yang ada di Banten yang satu lagi, misalnya, suku Kamoro yang ada di Mimika kita semua bersatu kita semua bersaudara itulah ukhuwah wathoniyah persaudaraan kebangsaan. Kemudian dari tiga ukhuwah itu ada ukhuwah insaniyah seringkali juga disebut ukhuwah basyariyah," jelas Khofifah.


Menurut dia, contoh kepemimpinan Rasulullah dalam memimpin penduduk kota Madinah yang beragam perlu dijadikan referensi untuk membangun hidup harmonis.

 

"Maka sekali lagi sikap saling menghargai, saling menghormati, dan saling memberi itu penting, kalau kata sunan bonang, urip iku gawe urup, kita hidup maka kita memberikan kehidupan pada orang lain," ucap Khofifah. 


Gubernur Jawa Timur itu berharap Harlah Muslimat ke-75 NU yang beriringan dengan Nisfu Sya'ban, bisa terus menjadikan Muslimat NU menjadi pionir perubahan yang membawa berkah.


"Oleh karena itu kita terus mohon kepada Allah hadirnya Muslimat NU di mana pun berada dengan peran sekecil apapun, maka Muslimat NU dapat bermanfaat bagi sekelilingnya dan Muslimat NU alladzi barokna haulah, di mana ketika ada Muslimat di sekelilingnya Allah akan turunkan keberkahan bagi kita semua," harapnya.


Senada, Ketua I PP Muslimat NU, Hj Sri Mulyati yang turut hadir dalam acara itu juga mengatakan harapan yang terkandung dalam tema Harlah tahun ini. Bukan hanya kontribusi terhadap sesuatu melainkan loyalitas tulus yang diajarkan oleh para ulama terdahulu menunjukkan keniscayaan. 


"Bahwa dalam berkontribusi kita berjalan dengan lurus dan tulus hati melalui doa-doa kepada Allah, agar setiap langkah, segala tujuan selalu dalam ridho Allah," ucap Sri Mulyati. 


"Kami Muslimat NU mengajak dengan kata khidmat ini melalui berbagai program dan layanan sebagai bentuk khidmat kepada umat agama dan bangsa dengan menjadikan kata ini sebagai falsafah perjuangan kita di Muslimat NU," imbuh guru besar bidang tasawuf UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.


Kontributor: Syifa Arrahmah

Editor: Fathoni Ahmad

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya