Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Selain Jadi Fasilitator, Pelatih juga Motivator

Selain Jadi Fasilitator, Pelatih juga Motivator
"Seorang pelatih tidak hanya menjadi seorang fasilitator, tapi juga mampu menjadi motivator. Karena itu, nantinya mereka dapat menjadi indikator atas terselenggaranya kaderisasi di daerahnya," kata Wakil Ketua II Bidang Kaderisasi IPPNU Jawa Timur, Nurul Afifah. (Foto: Habiburahman)
"Seorang pelatih tidak hanya menjadi seorang fasilitator, tapi juga mampu menjadi motivator. Karena itu, nantinya mereka dapat menjadi indikator atas terselenggaranya kaderisasi di daerahnya," kata Wakil Ketua II Bidang Kaderisasi IPPNU Jawa Timur, Nurul Afifah. (Foto: Habiburahman)

Sumenep, NU Online
Latihan Pelatih atau Latpel yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep telah usai pada Rabu (31/3).

 

Dalam acara yang dipusatkan di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura ini mengukuhkan 11 pelatih yang telah mengikuti latpel hingga akhir. Kesebelas kader pelajar putri tersebut berasal dari Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Tuban, dan Kraksaan.


Wakil Ketua II Bidang Kaderisasi Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jawa Timur, Nurul Afifah mengatakan, kegiatan ini merupakan ikhtiar IPPNU Sumenep dalam memasifkan kaderisasi. Dirinya pun berharap, agar alumni Latpel IPPNU Sumenep tersebut mampu mengawal jalannya kaderisasi, baik di Kabupaten Sumenep maupun di daerah lain. 

 

"Saya berharap Rekanita yang baru saja dikukuhkan dan baru saja mengikrarkan naskah janji kader, benar-benar mampu mengalokasikan waktunya untuk kaderisasi IPPNU," ungkap Nur Afifah.

 

Ia pun menambahkan, bahwasanya seorang pelatih tidak hanya menjadi seorang fasilitator, tapi juga mampu menjadi motivator. Karena itu, nantinya mereka dapat menjadi indikator atas terselenggaranya kaderisasi di daerahnya. 


"Semoga dengan adanya Latpel ini, IPPNU Sumenep terutama di bidang kaderisasi, mampu menjalankan dan mendistribusikan kadernya hingga ranting atau bahkan anak ranting," imbuh perempuan asal Bojonegoro ini.


Di sisi yang lain, ia menyebutkan bahwa 66 tahun IPPNU berdiri dengan usia yang tidak lagi muda, dapat dijadikan momentum sebagai ajang berbenah diri. Hal ini selaras dengan tema harlah, yaitu Kolaborasi Pelajar, Merajut Persatuan, Membangun Peradaban.

 

"Semoga kader pelajar NU mampu untuk tetap eksis dengan tanpa harus kehilangan jati dirinya. Marwah IPPNU harus terus dijaga, dalam kondisi apa pun," tegasnya.


Mewakili PW IPPNU Jawa Timur, ia pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PC IPPNU Kabupaten Sumenep, yang telah mampu melakukan kaderisasi formal, yakni latihan pelatih atau latpel pada tahun 2021 ini. "Latpel ini tidak semua cabang dapat melakukannya," ujarnya.

 

Sementara itu, Syarifatun Jamilah Ketua PC IPPNU Sumenep menuturkan, bahwa di Sumenep sendiri jumlah pelatih sangatlah sedikit, yakni baru ada tiga orang. Atas dasar hal ini kami memandang perlu mengadakan latpel tersebut. Sebagai upaya  mengawal proses kaderisasi di Sumenep.

 

"Ini merupakan ikhtiar kami dalam memasifkan kaderisasi. Karena menurut kami, untuk mencetak kader yang kompeten, diperlukan adanya pelatih-pelatih yang profesional," kata Syarifatun.

 

Untuk diketahui, dalam acara ini juga digelar Tasyakkuran Hari Lahir ke-66 IPPNU dan peluncuran Kartu Tanda Anggota (KTA) IPPNU Sumenep. Acara kemudian dipungkasi dengan pembacaan doa oleh KH Alwi, Ketua MWCNU Gapura, Sumenep.

 

Penulis: A. Habiburrahman
Editor: Kendi Setiawa
 

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya