Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Satgas NU Peduli Covid-19 Tekankan Penerapan Protokol Kesehatan saat Ramadhan

Satgas NU Peduli Covid-19 Tekankan Penerapan Protokol Kesehatan saat Ramadhan
Ketua Satgas NU Peduli Covid-19, d Makky mengingatkan kepada masyarakat yang mengalami gejala penyakit agar tidak melaksanakan salat berjamaah di masjid. Kemudian, dia menyampaikan kepada pengolah atau pengurus masjid agar tetap menerapkan protokol kesehatan saat ibadah.
Ketua Satgas NU Peduli Covid-19, d Makky mengingatkan kepada masyarakat yang mengalami gejala penyakit agar tidak melaksanakan salat berjamaah di masjid. Kemudian, dia menyampaikan kepada pengolah atau pengurus masjid agar tetap menerapkan protokol kesehatan saat ibadah.

Jakarta, NU Online

Ketua Satgas Nahdatul Ulama (NU) Peduli Covid-19, dr Makky Zamzami menegaskan agar pelaksanaan ibadah sepanjang Ramadhan tahun ini tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal itu sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran pandemi virus Corona alias Covid-19.

 

"Sampai pandemi benar-benar hilang, kita berharap tetap menerapkan perilaku-perilaku adaptasi kebiasaan baru. Seperti bersalaman tanpa bersentuhan fisik," ujar Dokter Makky saat webinar Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19, Senin (5/4) malam.

 

Hal ini menurut dia karena upaya pencegahan penyebaran Covid-19 melalui program vaksinasi belum mencapai target. Dia menyebut sejak Maret hingga April ini baru sekitar enam ribu orang yang sudah menjalani vaksinasi.

 

"Vaksinasi 1 sudah empat juta, vaksinasi 2 sudah satu juta. Saat ini bulan April sudah mencapai angka enam juta. Kita berharap warga NU berbondong-bondong untuk segera divaksinasi agar bisa beribadah dan menyambut bulan suci Ramadhan dengan tenang," terangnya.

 

Dia menyinggung soal bulan puasa Ramadhan tahun 2020 yang dalam pelaksanaannya diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti, pelaksanaan shalat tarawih dilakukan di rumah, menghindari kerumunan, tidak ada acara buka puasa bersama, sahur on the road, dan lainnya.

 

"Apakah ini masih relevan atau tidak. Kalau saya itu tergantung karena nanti kita berharap yang menjadi acuan adalah bagaimana protokol kesehatan ini tetap terlaksana. Walaupun misalnya mushala dan masjid melaksanakan shalat rawatib, tetapi tetap harus melaksanakan protokol kesehatan baik dan benar," jelasnya.

 

Makky juga mengingatkan kepada masyarakat yang mengalami gejala penyakit agar tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Kemudian, para pengelola atau pengurus masjid agar tetap menerapkan protokol kesehatan saat ibadah.

 

Selain itu, saat bulan Ramadhan dia menyarankan kepada pengurus masjid agar menghindari perkumpulan di dalam masjid, seperti rapat atau diskusi dengan jumlah yang banyak. Jika mengharuskan maka harus menerapkan protokol kesehatan, waktunya dipersingkat, memakai masker, mencuci tangan, memastikan ventilasi masjid terbuka karena virus bertahan lama di tempat lembab.

 

Selain itu, tempat peribadatan juga harus selalu dipastikan bersih, disarankan untuk tidak memakai karpet shalat di dalam masjid. Kemudian soal metode pembagian zakat fitrah, pengurus masjid diharapkan bisa menyalurkan dari rumah ke rumah untuk menghindari kerumunan.

 

Sebelumnya, dokter Makky mengungkapkan bahwa kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia per Maret 2021 mencapai sekitar 1.437, 283 dengan kenaikan kasus per harinya sekitar enam ribu orang terkonfirmasi.

 

Data tersebut diklaim menunjukkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sudah menurun dibandingkan dengan sebelumnya yang pernah mencapai 13 ribu dalam per harinya. Kemudian angka kesembuhan sudah mencapai 80 persen, begitu pun dengan angka kasus Covid-19 meninggal juga menurun 2,7 persen.

 

Kontributor: Ridwan
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online