Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Terorisme Ganggu Kedamaian, Wapres Jelaskan 4 Bingkai untuk Jaga Kerukunan

Terorisme Ganggu Kedamaian, Wapres Jelaskan 4 Bingkai untuk Jaga Kerukunan
Wapres RI, KH Ma'ruf Amin. (Foto: FB KH Ma'ruf Amin)
Wapres RI, KH Ma'ruf Amin. (Foto: FB KH Ma'ruf Amin)

Jakarta, NU Online

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) KH Ma’ruf Amin mengajak seluruh pihak untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa melalui empat bingkai. Hal tersebut disampaikan lantaran akhir-akhir ini terorisme kembali mengganggu kedamaian tanah air. Terorisme, bagi Wapres, membutikan bahwa masih mudahnya gagasan radikalisme masuk ke dalam pikiran seseorang.


Wapres menjelaskan, bingkai pertama yang harus dijaga untuk menjaga kerukunan di negeri ini adalah bingkai teologis dengan mengedepankan teologi kerukunan. Kedua, bingkai politik dengan penguatan empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.


“(Ketiga) bingkai sosiologis melalui pendekatan sosio-kultural dan kearifan lokal. (Keempat) bingkai yuridis dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Hanya dengan cara ini kita akan dapat menjaga kerukunan, keharmonisan, dan keutuhan bangsa kita,” tutur Wapres secara virtual dalam acara Wisuda Program Sarjana ke-60, Program Magister ke-24, dan Program Doktor ke-8 Universitas Krisnadipapayana, pada Selasa (6/4) pagi. Acara ini ditayangkan melalui kanal Youtube UNKRIS 1952.


“Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang majemuk, saya mengharapkan agar anda sekalian dapat turut membangun rasa aman dan kewaspadaan bersama. Saudara-saudara semua juga berkewajiban untuk memelihara kesatuan dan persatuan bangsa,” pesan Wapres. 


Kepada sivitas akademika UNKRIS sebagai lembaga pendidikan tinggi, Wapres berpesan agar dapat terus mempromosikan sikap toleran. Beberapa sikap itu adalah perilaku untuk menerima dan menghargai perbedaan dan menolak segala bentuk tindak kekerasan.


“Termasuk (perilaku kekerasan) yang dilakukan atas nama agama, baik secara verbal maupun fisik,” tegas Wapres. 


Kiai Ma’ruf juga mendorong UNKRIS, melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk dapat berperan aktif. Baik sebagai agen pendidikan, agen penelitian, dan pengembangan. Lebih dari itu, Wapres berharap UNKRIS dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menangani pandemi Covid-19 serta pemulihan perekonomian nasional.  


“Terkait dengan pandemi Covid-19, saya ingin mengingatkan kita semua untuk senantiasa mematuhi protokol pencegahan COVID-19. Karena itu pastikan kita selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan untuk memutus penyebaran COVID-19,” tuturnya.


“Saya juga mengajak kita semua untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung. Hanya dengan itu kita dapat mempercepat upaya untuk keluar dari krisis yang kita hadapi saat ini,” pungkasnya.


Tindak terorisme akhir-akhir ini yang melanda Indonesia sebagaimana dimaksud Wapres adalah aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28 Maret 2021 lalu. Pada tragedi itu, tidak ada korban meninggal dunia kecuali pelaku bom bunuh diri tersebut. Namun sebanyak 20 orang mengalami luka-luka yang langsung dilarikan ke RS Bhayangkara dan RS Siloam, di Makassar. 


Selang tiga hari yakni pada 31 Maret 2021, aksi terorisme kembali terjadi. Seorang perempuan melakukan penyerangan ke Markas Besar (Mabes) Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Pelaku penyerangan tewas di tempat setelah sebelumnya terjadi baku tembak antara pelaku dengan polisi yang berjaga di pos Gedung Utama Mabes Polri.


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad

Posisi Bawah | Youtube NU Online