Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Internasional Keislaman Risalah Redaksi English Opini Obituari Video Tokoh Hikmah Arsip

Tegas, Indonesia dan Inggris Serukan Penghentian Kekerasan Militer di Myanmar

Tegas, Indonesia dan Inggris Serukan Penghentian Kekerasan Militer di Myanmar
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan mengeluarkan pernyataan bersama tentang krisis Myanmar di Jakarta, pada Rabu (7/4). (Foto: kemlu.go.id)
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan mengeluarkan pernyataan bersama tentang krisis Myanmar di Jakarta, pada Rabu (7/4). (Foto: kemlu.go.id)

Jakarta, NU Online

Pemerintah Indonesia dan Inggris dengan tegas menyerukan agar militer Myanmar berhenti menggunakan kekerasan terhadap warga sipil yang menolak kudeta militer sejak 1 Februari 2021.

 

Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab di Jakarta pada Rabu.


“Kami berbagi kepedulian yang sama dan terus menyerukan agar militer Myanmar menghentikan penggunaan kekerasan untuk mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut,” kata Menteri Retno dalam salah satu pernyataan tertulisnya dilansir kemlu.go.id.


Keduanya juga meminta adanya suasana yang kondusif untuk berdialog agar demokrasi, perdamaian, dan stabilitas kembali ke jalurnya.

 


Menteri Retno menyampaikan bagaimana komunitas internasional, termasuk Inggris dapat mendukung upaya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk membantu Myanmar menyelesaikan permasalahan tersebut.


Kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar menyampaikan warga yang tewas dalam demonstrasi menentang kudeta militer sudah mencapai 581 orang sejak 1 Februari lalu.


Dalam laporannya, pada Rabu dini hari, Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) menyampaikan tambahan 11 orang tewas pada Selasa menyusul kekerasan yang terjadi di Myanmar.

 


Anak-anak jadi korban


Reuters melaporkan lebih dari 40 anak-anak di Myanmar tewas dibunuh oleh militer. Pada 1 April 2021, Save The Children, organisasi pemerhati anak mencatat sedikitnya 43 anak telah dibunuh oleh militer Myanmar dalam dua bulan sejak kudeta 1 Februari.


Jumlah kematian anak-anak meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 12 hari terakhir atau 21 Maret 2021. 


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya