Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Internasional Keislaman Risalah Redaksi English Opini Obituari Video Tokoh Hikmah Arsip

Empat Rekomendasi dari Muktamar Pemikiran Dosen PMII

Empat Rekomendasi dari Muktamar Pemikiran Dosen PMII
Muktamar diadakan untuk merespons pendidikan tinggi yang kian kompetitif dan peluang demografi para dosen alumni PMII. (Foto: istimewa)
Muktamar diadakan untuk merespons pendidikan tinggi yang kian kompetitif dan peluang demografi para dosen alumni PMII. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

Muktamar Pemikiran Dosen PMII memandang tiga kunci kontribusi dosen-dosen PMII bagi Indonesia Emas. Yaitu, database dosen yang solid, pengembangan kapasitas sesuai kebutuhan dosen, dan diversifikasi keilmuan.  

 

Dalam rilis yang diterima NU Online, muktamirin juga merekomendasikan pentingnya dosen-dosen PMII dan institusi mereka mempertimbangkan pembukaan program studi baru seperti halal science dan Islamic hospitality yang di-benchmark dengan dengan institusi dan pasar kerja global.

 

"Terkait itu, muktamar memilih sebelas anggota formatur dari berbagai perguruan tinggi untuk menyusun kepengurusan asosiasi," kata Ketua panitia, Prof MN Harisudin.

 

Kesebelas anggota formatur tersebut adalah Prof Dr H Abdurrahman Mas’ud (UIN Walisongo Semarang), Prof Dr KH Maftukhin M. Ag (Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sekaligus mewakili tuan rumah), Prof Dr H Habib Idrus Al-Hamid M, Ag (Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua), Prof Dr M Noor Harisudin M.Fil (UIN KH Ahmad Shidiq Jember, sekaligus Ketua Muktamar).

 

Kemudian ada, Prof Dr Hj Ulfiah M.Si (Warek IV UIN SGD Bandung), Prof Dr Ir H Husain Syam MTp (Rektor Universitas Negeri Makassar), Prof. Dr Ida Umami, MPd Kons (Wakil Rektor III IAIN Metro Lampung), Dr HM Faisal (Universitas Negeri Jakarta), Dr HA Luthfi Hamidi M.Ag (IAIN Purwokerto), Ali Forman PhD (Universitas Negeri Semarang), dan  Dr Akhmad Taufiq (Universitas Jember).

 

"Sebagai catatan, hingga saat ini ada total 1.039 orang dosen alumni PMII telah terdata. Menariknya, dari jumlah itu mayoritas adalah generasi 1980-an. Dengan skenario pensiun pada usia 65 tahun, mereka memiliki peluang karir masih panjang sekaligus modal manusia bagi terwujudnya Indonesia Emas," imbuh Prof Harisudin.

 

Muktamar Pemikiran Dosen PMII diadakan di kampus Institut Agama Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jawa Timur, 5-7 April 2021. Muktamar diadakan untuk merespons pendidikan tinggi yang kian kompetitif dan peluang demografi para dosen alumni PMII.

 

Muktamar diharapkan menghasilkan peta jalan pengembangan sumberdaya manusia dan pengayaan cabang-cabang keilmuan para alumni PMII. Puncaknya, pada Rabu (7/4/2021) dini hari muktamirin mendeklarasikan Asosiasi Dosen Pergerakan.

 

"Asosiasi ini adalah wadah bagi para dosen alumni PMII seluruh Indonesia," kataAhmad Muqowam Ketua Ikatan Alumni PMII yang hadir dalam deklarasi tersebut.

 

Muktamar dosen PMII itu sendiri mengusung Indonesia Emas sebagai tema. Sebagai pembicara kunci dalam gelaran akademik itu menteri alumni PMII Abdul Halim Iskandar yang membentang Indonesia Emas dari perspektif pembangunan desa dan Ida Fauziah yang memaparkan ketenagakerjaan Indonesia Emas. 

 

Pada sesi lain, Sony B Harmadi dari Bappenas menggaribawahi pentingnya memastikan bonus demografi Indonesia menjadi bonus kesejahteraan. Lebih lanjut ia menandaskan pentingnya pendidikan peran strategis dosen untuk mencapai bonus kesejahteraan tersebut. Pada kesempatan itu ditampilkan pula makalah terseleksi dari 122 paper yang lolos seleksi tim penalaah akademik muktamar. 

 

Pewarta: Kendi Setiawan

Editor: Musthofa Asrori

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya