Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Profesor Jepang Sambut Baik Hadirnya Jurnal Islam Nusantara Unusia

Profesor Jepang Sambut Baik Hadirnya Jurnal Islam Nusantara Unusia
Guru Besar Universitas Chuo, Tokyo, Jepang Hisanori Kato. (Foto: Tangkapan layar Unusia TV)
Guru Besar Universitas Chuo, Tokyo, Jepang Hisanori Kato. (Foto: Tangkapan layar Unusia TV)

Jakarta, NU Online

Guru Besar Universitas Chuo, Tokyo, Jepang Hisanori Kato menyambut baik dengan hadirnya jurnal Islam Nusantara edisi kedua. Ia pun mengisi satu tulisan di dalamnya mengenai eksplorasi realitas dan aspirasi Muslim di Indonesia.


Setidaknya, Kato menyampaikan dua urgensi jurnal Islam Nusantara dalam dunia akademik. Pertama, kehadiran jurnal tersebut penting untuk menguji aspek budaya sosial Nusantara, baik dilihat secara domestic, maupun internasional. Kedua, jurnal ini juga dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas akademik Indonesia.


Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Bedah Jurnal Islam Nusantara Edisi Kedua dan Diskusi Moderasi Beragama yang digelar Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Kampus Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Kamis (15/4).


Senada dengan Kato, Guru Besar Universitas Emori, Amerika Serikat, James B Hosterey juga menyampaikan kekagumannya atas penerbitan kedua jurnal Islam Nusantara. Pasalnya, ia melihat proses awal penyusunan jurnal ini diawali dengan pembentukan komunitas akademik secara global dengan melibatkan para sarjana dari berbagai kampus di penjuru dunia.


“Saya sangat salut dengan proses Pak Dekan dan teman-teman karena sudah membuat komunitas. Ada sesuatu yang istimewa dalam jurnal ini,” ujarnya.


Apalagi, lanjutnya, kualitas tingkatan jurnal di Indonesia semakin lama, kian bagus. Bahkan, James mengaku bahwa sarjana Barat diharuskan untuk mengutip hasil penelittian dari ilmuwan Indonesia. “Kalau kami di dunia Barat sekarang ini pasti dimarahi kalau tidak ada sitasi kawan-kawan scholar Indonesia,” lanjut akademisi yang akrab disapa Aa James itu.


Pelibatan para sarjana luar negeri juga, menurutnya, sangat penting. Setidaknya, ia melihat dua hal kepentingan hal tersebut, yakni untuk peningkatan di dunia internasional dan pengembangan diskursus Islam Nusantara.


“Kalau merangkul akademisi luar sangat bagus. Bukan hanya peningkatan internasional saja, tetapi karena komunitas untuk menggali Islam Nusantara ini semakin kuat,” katanya.


James mengaku saat ini tengah menulis satu artikel untuk diterbitkan di jurnal Islam Nusantara ini untuk edisi ketiga.


Jurnal Islam Nusantara ini tersedia secara daring dalam format PDF. Jurnal ini dapat diunduh secara gratis melalui laman berikut http://journal.unusia.ac.id/index.php/ISLAMNUSANTARA


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad

Posisi Bawah | Youtube NU Online