Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Sukses Panen Cabai, Ketua IPNU Way Kanan Lampung: Tak Lepas dari Proses

Sukses Panen Cabai, Ketua IPNU Way Kanan Lampung: Tak Lepas dari Proses
Ketua PAC IPNU Kecamatan Baradatu, Eki Jenius Fajar Agung, memanen cabai miliknya. (Foto: Istimewa)
Ketua PAC IPNU Kecamatan Baradatu, Eki Jenius Fajar Agung, memanen cabai miliknya. (Foto: Istimewa)

Way Kanan, NU Online
Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Eki Jenius Fajar Agung, sedang berbahagia. Pasalnya, kebun cabai milik orang tua yang ia kelola kini sukses dipanen.


"Alhamdulillah, meski harga cabai tidak setinggi beberapa bulan lalu, hasil panen kami sesuai dengan proses yang dijalani," ungkap Eki kepada NU Online di Kampung Banjar Mulia, Kecamatan Baradatu, Jumat (16/4).


Menurut Eki, keberhasilan itu tak lepas dari proses yang dijalankan, mulai pembibitan hingga panen. Hal tersebut ia akui merupakan keberkahan di bulan Ramadhan.
 

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Ma'arif Way Kanan ini pun tak segan untuk berbagai tips budidaya cabai dengan memanfaatkan pekarangan yang minimalis.

 

"Hal utama yang harus diperhatikan ialah tahap pembibitan. Jika bibit cabai tersebut kita buat sendiri, maka cabai yang dipilih harus bagus dan berkualitas agar hasilnya pun maksimal," tambahnya.


Bibit yang dihasilkan dari indukan berkualitas dan sehat tersebut, lanjut Eki, terlebih dulu disemai dalam polybag atau bisa menggunakan media lain. Adapun tanah yang digunakan yakni tanah subur atau bisa memakai tanah bekas pembakaran. Kelembaban tanah juga harus diperhatikan agar bibit tumbuh subur.


Namun, kata dia, apabila bibit yang dipakai hasil pembelian dari toko, maka yang perlu diperhatikan ialah masa berlaku atau tanggal kadaluwarsa. Sebab, hal itu menurutnya sangat berpengaruh bagi tumbuh-kembang bibit.


"Setelah bibit tumbuh, langkah selanjutnya penanaman. Namun, sebelum menanam, pastikan terlebih dahulu lahan sudah siap pakai, dalam arti sudah tidak ada lagi gulma yang mengganggu dan siap ditanami bibit," jelasnya.


Untuk perawatan sendiri, tambah Eki, sama halnya sebagaimana dilakukan umumnya para petani, dengan melakukan pemupukan secara berkala agar unsur hara tanah tetap terjaga. Untuk pupuk, bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk yang dibeli di toko.


Selain itu, area perkebunan juga harus rajin dibersihkan dari tumbuhan liar. Dan terpenting menurutnya ialah penyiraman. Tanaman harus tetap lembab, tidak boleh kelebihan ataupun mengalami kekurangan air.


Dengan suksesnya panen tersebut, Eki berharap dapat membawa keberkahan bagi keluarganya. Serta dapat menopang perekonomian kendati harga cabai sudah tidak lagi tinggi.


Kontributor: Disisi Saidi Fatah
Editor: Musthofa Asrori

Posisi Bawah | Youtube NU Online