Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Keliling Masjid, LDNU di Banyuwangi Kader Dai Milenial

Keliling Masjid, LDNU di Banyuwangi Kader Dai Milenial
Foto bersama pengurus LD MWCNU Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: NU Online/Sholeh)
Foto bersama pengurus LD MWCNU Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: NU Online/Sholeh)
Banyuwangi, NU Online
Lembaga Dakwah (LD) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Ngaji Posoan. Kegiatan ini diselenggarakan secara roadshow dari masjid ke masjid se-Kecamatan Banyuwangi secara rutin. Pada Ahad (18/4) dilaksanakan di Masjid Darul Falah, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, diisi Wakil Ketua MWCNU Banyuwangi, Ustadz Nur Hapipi. 
 
Ketua Lembaga Dakwah MWCNU Kecamatan Banyuwangi, Ahmad Sukardi menjelaskan, program pengajian yang diinisiasinya merupakan langkah pertama pengurus untuk mendeteksi kader pendakwah yang memiliki ideologi Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) di masing-masing kelurahan. 
 
"Cara kami menginventarisir potensi dakwah keumatan di masing-masing kelurahan. Dengan begitu kita dapat membentengi ideologi masyarakat akar rumput dari dakwah yang mengancam keberagaman tipologi daerah," kata Sukardi saat dimintai keterangan NU online
 
Di samping pengajian, pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula kelas dakwah yang diisi oleh delegasi anak-anak muda NU. Hal ini secara spesifik menjadi forum yang diharapkan akan muncul bibit-bibit dai NU dari kalangan milenial yang selalu siap menyebarkan ajaran-ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) an-Nahdliyin.
 
"Akan nampak potret potensi dakwah pasca-turba (turun ke bawah) langsung. Apa yang kurang akan segera dilakukan evaluasi. Dan hilirnya akan ada kelas dakwah delegasi anak-anak muda NU," jelasnya.
 
Ia menambahkan, kelas dakwah tersebut dinilai cukup efektif dalam mengkader anak-anak muda NU, khususnya yang ada di akar rumput. Mereka secara langsung mendapat bimbingan dari dai-dai dari pengurus LDNU yang memang konsentrasi di bidang dakwah. 
 
"Soal pengajian adalah tambahan wawasan khazanah keislaman bagi masyarakat. Sambil menunggu waktu buka puasa. Jadi sekali rengkuh dayung, semua tujuan besar bisa tercapai," imbuh Sukardi menutup keterangannya. 
 
Sementara Ketua Takmir Masjid Darul Falah, Sigit Sunarso mengapresiasi atas program dakwah ini. Menurutnya hal itu adalah bagian dari upaya memakmurkan masjid.
 
"Dengan program seperti ini program masjid akan lebih makmur dengan diisi kajian-kajian keagamaan. Tentu harapan kami, pengurus lebih meningkatkan kembali program yang serupa untuk kemakmuran kegiatan masjid dengan dakwah yang santun dan menyejukkan. Sebab ini tanggung jawab bersama," tegas Sigit.
 
Hadir pada kesempatan ini, di samping pengurus LDNU dan struktur takmir masjid, tampak pula puluhan masyarakat setempat, jajaran pengurus MWCNU Banyuwangi.
 
Kontributor: M. Sholeh Kurniawan
Editor: Syamsul Arifin
Posisi Bawah | Youtube NU Online