Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Kiai Mujib Qulyubi Beberkan Sembilan Pelajaran Inti Ramadhan

Kiai Mujib Qulyubi Beberkan Sembilan Pelajaran Inti Ramadhan
Bulan Ramadhan mendorong semangat dan ketaatan seseorang melaksanakan ibadah termasuk bersedekah.
Bulan Ramadhan mendorong semangat dan ketaatan seseorang melaksanakan ibadah termasuk bersedekah.

Jakarta, NU Online

Katib Syuriah PBNU, KH Mujib Qulyubi mengatakan bulan Ramadhan adalah bulan istimewa dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Ada sembilan pembelajaran inti dari bulan Ramadhan.

 

Pertama, Allah SWT selalu bersama dengan hamba-Nya. Meski seorang hamba tidak diawasi oleh siapa pun (manusia), tapi apa yang dilakukan, dan dikerjakan akan dilihat dan diketahui oleh Allah SWT.

 

"Kita tidak akan pernah sendirian. Ketika kita tidak ada teman, sesungguhnya Allah bersama kita," kata Kiai Mujib dalam acara Ngabuburit Keluarga Besar Nahdatul Ulama (KBNU) Qatar digelar melalui virtual, Jumat (23/4).

 

Kedua, selalu disiplin menjalankan agama. Bulan Ramadhan mendorong semangat dan ketaatan seseorang melaksanakan ibadah termasuk bersedekah. Semangat ini harus terus dilakukan meski di luar dari Ramadhan.

 

"Ketiga, bulan pengendalian hawa nafsu, baik nafsu berupa quwwah bahimiyiiah (binatang), quwwah saba'iyyah (buas,) dan quwwah syaithoniyyah (syaitan)," terangnya.

 

Keempat, Ramadhan adalah bulan menebar kasih sayang. Kelima, Ramadhan sebagai bulan kesabaran. Keenam, Ramadhan sebagai bulan door prize karena adanya lailatul qadar. Ketujuh, Ramadhan sebagai bulan buy one get two, pelipat gandaan pahala. Kedelapan, bulan Nuzulul Qur'an.

 

Kiai Mujib mengatakan cinta Al-Qur'an jangan hanya dikhususkan pada bulan Ramadhan. "Tapi baca Al-Qur'an kita target juga di luar Ramadhan berapa hari kita akan menghantamkan Al-Qur'an," jelasnya dalam acara bertajuk Ramadhan sebagai Momentum Membangun Kebersamaan.

 

Kesembilan, lanjut Kiai Mujib, Ramadhan sebagai bulan pengampunan maghfirah dari Allah SWT. Semangat beribadah, berzikir, shalawat, harus terus dilakukan di luar dari bulan Ramadhan.

 

Pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyampaikan bahwa nabi SAW memberikan tuntunan kepada hambanya, pada bulan Ramadhan agar senantiasa memperbanyak membaca wirid. 

 

"Asyhaduallaa ilaaha illallah astagfirullah asaluka ridhoka wal jannah wa au'dzubika min syahotika wannaar. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak diibadati kecuali Allah, hamba mohon ampunan-Mu, ridha dan syurga-Mu, lindungi hamba dari murka dan neraka-Mu," tegas Kiai Mujib Qulyubi yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan di Unusia.

 

Di kesempatan ini, Duta Besar (Dubes) RI untuk Qatar, Ridwan Hassan mengajak umat Islam  tidak menunda-nunda kesempatan untuk melakukan hal-hal yang baik dalam kehidupan kita.

 

"Gunakan momen ini (Ramadhan) sebagai momen terbaik yang ada di depan/kehidupan kita," ujarnya.

 

Meski Ramadhan tahun ini masih dalam masa pandemi Covid-19, namun kata dia, semangat dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini tetap selalu besar.

 

Dia berharap, Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 ini umat manusia khususnya Islam dapat meningkatkan solidaritas dan kebersamaan dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

 

"Pandemi Covid-19 Ini merupakan tantangan bersama. Mudah-mudahan Ramdahan menjadi satu momen yang penuh muhasabah dan meningkatkan kerja sama antarumat manusia, umat Islam terbaik," tuturnya.

 

Kontributor: Ridwan
Editor: Kendi Setiawan

 

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya