Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Harlah Ke-87, GP Ansor Komitmen Terus Bergerak di Dunia Digital

Harlah Ke-87, GP Ansor Komitmen Terus Bergerak di Dunia Digital
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Abdul Rochman. (Foto: Tangkapan layar Youtube)
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Abdul Rochman. (Foto: Tangkapan layar Youtube)

Jakarta, NU Online
Acara puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-87 Gerakan Pemuda (GP) Ansor, diselenggarakan secara sangat sederhana. Meskipun demikian, ada hal yang istimewa dalam Harlah kali ini berupa kegiatan berbagai diskusi melalui podcast selama 87 jam, sejak Ahad (18/4) pekan lalu.


Menurut Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Abdul Rochman, rangkaian podcast 87 jam ini merupakan bentuk komitmen organisasi untuk terus mampu bergerak di dunia yang serba digital. Hal ini selaras dengan tema besar Harlah ke-87 Ansor yakni Transformasi Media Juang, Pagar Baja Gerakan Kita.


Hal tersebut dinilai sebagai improvisasi yang sangat ciamik sebagai bentuk komitmen organisasi terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebab ketika menyadari tidak dapat memperingati Harlah dengan mengumpulkan banyak orang, maka diwujudkan semangat cinta kepada organisasi melalui podcast di medsos.


Berbagai bentuk komitmen Ansor untuk terus bergerak dan memberikan manfaat di organisasi, katanya, sangat tergambar dalam logo Harlah ke-87 tahun ini. Dijelaskan, logo itu sebagai bentuk kreativitas yang menyiratkan bahwa GP Ansor terus bergerak di dunia yang serba digital ini.


“Logo ini dengan font tulisan hero yang menunjukkan bahwa Ansor itu harus terus menjadi pelopor dalam setiap situasi sulit. Dominasinya hitam, artinya kita masih dalam pandemi, tetapi kita menunjukkan dengan angka 87 tahun yang berwarna emas,” kata Adung, sapaan akrabnya, dalam Peringatan Nuzulul Quran dan Harlah ke-87 GP Ansor, di Kantor PP GP Ansor Jakarta pada Sabtu (24/4) malam.


Ia menegaskan, warna emas tersebut melambangkan bahwa seluruh kader Ansor se-Indonesia, bahkan dunia dapat melewati satu masa yakni masa-masa pandemi Covid-19 yang berat dengan masa depan yang lebih baik.


“Harapan itu dimunculkan, disebarkan, diwujudkan, dan ditebarkan oleh GP Ansor. Mudah-mudahan sahabat-sahabat sekalian, pada tahun-tahun berikutnya bisa melalui pergerakan organisasi kita dengan semakin baik dan tetap semangat,” harap Adung pada acara yang ditayangkan di Kanal Youtube Gerakan Pemuda Ansor ini.


Ia mengaku bahagia karena tahun ini dapat memperingati acara Harlah secara fisik dan tatap muka meskipun dengan terbatas protokol kesehatan yang sangat ketat.


“Peringatan tahun ini berbeda dengan tahun lalu yang benar-benar hanya bisa dilakukan melalui virtual lewat aplikasi Zoom,” tutur Adung.

 

Organisasi yang diberkahi


Senada, Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas juga mengatakan bahwa peringatan Harlah tahun ini sangat istimewa. Sebab Harlah ke-87 ini merupakan tahun kedua yang diperingati secara tidak biasa, tetapi berbeda dengan tahun kemarin.


“Kalau tahun lalu, kita peringati Harlah secara murni online. Kita laksanakan melalui zoom, dengan cara yang memang praktis sangat baru buat kita semua, dan hari ini kita sudah mulai, separuh offline separuh online. Inilah semangat baru kita, Transformasi media juang dari offline ke online,” tutur Gus Yaqut.


“Namun yang paling membahagiakan buat saya, bisa jadi ini adalah Harlah terakhir yang saya ikuti dan saya berdiri di sini sebagai ketua umum. Insyaallah tahun depan, ketua umum atau yang berpidato di sini sudah bukan saya lagi,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut ditegaskannya, GP Ansor merupakan organisasi serius yang diberkahi. Karena itu, tidak bisa dijadikan uji coba atau bahkan coba-coba oleh siapa pun untuk menjadi pimpinan dan pemimpin di dalamnya.


“Orang yang menjadi pimpinan di GP Ansor itu adalah kader-kader yang sudah teruji dan memiliki rekam jejak yang jelas. Tanpa itu, tidak mungkin dan kita tidak rela kalau organisasi yang penuh berkah ini nanti dipimpin oleh mereka yang memang tidak memiliki jejak sejarah sedikit pun di organisasi besar ini,” tegas Gus Yaqut.


Untuk diketahui, acara yang berlangsung sangat sederhana dan penuh dengan tawa kegembiraan itu dihadiri pula oleh sosok habaib berdarah Betawi yakni Habib Salim bin Shalahuddin bin Salim bin Jindan.


Di akhir acara, Gus Yaqut melakukan prosesi potong tumpeng didampingi Sekjen Adung dan Wakil Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Wakasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Hasan Basri Sagala.


Potongan tumpeng pertama, Gus Yaqut berikan kepada Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Faisal Saimima. Sementara potongan kedua diberikan kepada Taufik yang mengawal berjalannya transformasi media juang PP GP Ansor, terutama di kanal Youtube.


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Muhammad Faizin

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya