Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Bersama NU Care, LD PBNU Target Bagikan 14.042 Takjil Selama Ramadhan

Bersama NU Care, LD PBNU Target Bagikan 14.042 Takjil Selama Ramadhan
Kolase foto pembagian takjil oleh LD PBNU melalui PPSDT Jakarta atas dukungan NU Care-LAZISNU.
Kolase foto pembagian takjil oleh LD PBNU melalui PPSDT Jakarta atas dukungan NU Care-LAZISNU.

Jakarta, NU Online

Selama Ramadhan ini, Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) bersama Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah (PPSDT) Cabang Jakarta dan NU Care-LAZISNU mengagendakan pembagian 14.042 paket takjil untuk masyarakat. Pembagian takjil ini sudah berlangsung sejak awal Ramadhan dan akan terus berlangsung hingga akhir bulan Ramadhan.

 

"Biasanya minimal 100 boks nasi kotak dan 200 paket takjil. Tapi bisa juga sampai 500 boks takjil sesuai target dalam satu bulan Ramadhan yang dibagikan minimal 14.042 paket," kata Pengasuh PPSDT Cabang Jakarta Gus Asif Nizaruddin kepada NU Online, Ahad (25/4).

 

Ia menyebutkan terdapat tiga titik daerah distribusi paket takjil. Pada sepuluh hari pertama Ramadhan di Jalan Raya Suka Mulya dan Jalan Raya Utan Panjang Kemayoran. Sepuluh hari kedua di jalan sekitar Pesantren Sholawat Darut Taubah Jakarta (wilayah Kramat). Sedangkan sepuluh hari ketiga di Jalan Raya sekitar Senen Jakarta Pusat.

 

Dikatakan, pembagian takjil tersebut sebagai upaya pemanfaatan momen bulan suci Ramadhan dalam menebar kebaikan. Menjalankan atau ittiba' sunnah Rasulullah SAW dengan memberi makan orang yang berpuasa dan supaya hati terbebas dari penyakit kikir.

 

Dalam pelaksanaannya, dengan cara membagikan door to door dan menerapkan protokol kesehatan ketat dalam waktu singkat takjil selesai dibagikan. "Alhamdulillah, masyarakat sangat terbantu dengan kegiatan ini apalagi masih dalam pandemi kerjaan susah. Dalam waktu beberapa menit takjil selesai kita bagikan," ujarnya.

 

Ia berharap dari aksi sosial ini dapat menjadi pemantik atau penggerak bahkan pengingat untuk setiap individu atau elemen masyarakat yang diberikan rezeki yang cukup bahkan lebih. Karena sebenarnya, kata Gus Asif, berbagi itu tidak harus menunggu kaya terlebih dahulu, karena dengan berbagi maka hati kitalah yang kaya. 

 

Mengapresiasi Gus Asif, Ketua LD PBNU KH Agus Salim HS mengutarakan, pada masa yang masih dibatasi LD PBNU belum bisa mengadakan kegiatan buka puasa dengan masyarakat di sekitar PBNU. Maka panitia Syiar Ramadhan LD PBNU berinisiatif mengantarkan takjil ke lokasi lokasi yang sudah ditujukan.

 

Hal itu mengingat Ramadhan merupakan kesempatan umat Islam untuk berlomba lomba dalam kebaikan, di antaranya adalah menolong sesama. Pembatasan aktivitas, menurut Kiai Agus, berdampak pada ekonomi masyarakat.

 

Oleh karena itu, Kiai Agus Salim mengarahkan para pengurus dan pendakwah untuk mengambil peran penting selama masa pembatasan. Pasalnya LD PBNU merupakan lembaga yang mensejahterakan umat baik secara lahir maupun batin.

 

"Meskipun dalam kondisi yang masih dibatasi namun LD PBNU tetap berusaha maksimal dalam menyemarakkan kegiatan Ramadhan, terutama memakmurkan masjid dengan kegiatan kajian kitab, tarawih, pesantren kilat, bagi bagi takjil dan kegiatan buka puasa bersama setiap hari," kata Kiai Agus, Ahad (25/4) pagi.

 

"Semoga kegiatan yang baik ini memberikan manfaat bagi Muslimin ibu kota, dan memberikan motivasi bagi penerima manfaat dalam menjalankan ibadah puasa," pungkasnya.


Kontributor: Abdullah Faqihuddin Ulwan
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online