Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pengajian Kitab hingga Bimbingan Menulis Cerpen Warnai Ramadhan di Lasem

Pengajian Kitab hingga Bimbingan Menulis Cerpen Warnai Ramadhan di Lasem
Salah satu pengajian Ramadhan yang diadakan warga NU di Lasem, Rembang, Jawa Tengah (Foto: istimewa)
Salah satu pengajian Ramadhan yang diadakan warga NU di Lasem, Rembang, Jawa Tengah (Foto: istimewa)

Rembang, NU Online

Selama bulan Ramadhan ini, warga NU di kota santri Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah akan menggelar berbagai acara.

 

"Pengajian kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jama'ah karya al-‘Allamah KH Ali Ma’shoem, Krapyak, Yogyakarta, seorang kiai asal Lasem. Pengajian ini dimulai sejak awal Ramadhan, diadakan di Pesantren Al-Wahdah Lasem dengan pembaca kitab Ustadz Nur Fa’iz," kata Abdullah Hamid, Ketua NU Care-LAZISNU Lasem melalui rilis yang diterima NU Online, Ahad (25/4). 

 

Selain itu, para masyayikh Lasem ini juga memberikan pengaosan beberapa kitab salaf. Antara lain, KH Syihabuddin Ahmad kitab Fathul Qarib di Pesantren An-Nuriyah. KH Ahfas Faishal kitab Is’aafu Ahlil Iman bi Wadlaifi Syahri Ramadhan karya al-Muhaqqiq asy-Syaikh Hasan Muhammad al-Masyad. Kemudian, KH Zaki Abdul Hamid membawakan kitab al-Manhajus Sawi Syarhu Ushul Thariqatis Saadati Aali Ba’alawi karya al-Habib Zain bin Smith, Madinah.

 

"Keduanya merupakan Pengasuh Pesantren Al-Wahdah," kata Abdullah Hamid.

 

Berikutnya, KH Abdul Aziz Mas’ud Pesantren Raudlatul Muhibbin menyajikan kitab Tafsir Jalalain. Ada lagi, Nyai Durratun Nafisah Pesantren Kauman menyampaikan kitab Al-Ibriz karya KH Bisri Musthofa Rembang. Sementara KH Abdul Qayyum Pesantren An-Nur menyajikan kitab Az-Zuhdu fi Hayatish-Shahabah karya Syaikh Muhammad Yusuf al-Kandahlawi.

 

Adapun di Masjid Jami' Lasem komplek Makam Mbah Sambu digelar pengajian kitab oleh KH Ahmad Attabik membahas kitab Umdatul Ahkam karya al-Hafidz Abdul Ghani al-Maqdisi.

 

"KH Muhammad Masduqi kitab I’anatur Rafiq ala Nadzam Sullam Taufiq karya KH Mahmud Mukhtar Cirebon. KH Achmad Naufal mengkaji kitab al-Minah as-Saniyyah karya Sayyid Abd al-Wahhab as-Sya’roni. Dan, KH Ahmad Muhammad Siddiq Hasan kitab al-Arba’un fish-Shiyam, kumpulan hadits yang disusun oleh beliau sendiri," imbuh pengkaji sejarah Lasem ini.
 

Disebutkan, PCNU Lasem tidak ketinggalan dengan menggelar Bedah Kitab Ahlal Musamarah karya Syaikh Abul Fadlal Senori asal Sedan Kabupaten Rembang. Kajian ini dilakukan secara virtual, dikupas tuntas oleh Ketua PCNU KH Shalahuddin Fatawi dan Rais Syuriyah KH Roghib Mabrur.
 

"Kita ini mengupas kisah wali tanah Jawa. Disebutnya Wali Sepuluh, yaitu Wali Songo plus Raden Fatah. Kitab ini juga mengupas masa transisi Majapahit ke Kesultanan Demak yang berjalan lancar penuh dinamika," imbuhnya. 

 

Selain itu, berbagai pengajian juga diselenggarakan di pesantren lainnya. Apalagi satu pesantren biasanya dibacakan banyak kitab sampai khatam. "Semua proses itu diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.


Bimtek Penulisan Cerpen

Tidak hanya pengajian kitab, untuk mengembangkan bakat-bakat baru di bidang penulisan, bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah diadakan juga Bimbingan Teknis Penulisan Cerpen di Kalangan Santri pada 27-30 April 2021. Diikuti para santri Kabupaten Rembang, agenda ini bertempat di Pesantren Kauman Lasem asuhan KH M Zaim Ahmad Ma’shoem.

 

Sejumlah narasumber diagendakan mengisi pelatihan ini yaitu Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Ganjar Harimansyah, sastrawan Triyanto Triwikromo, dan pegiat literasi santri Abdullah Hamid.
 

Diketahui, Lasem sebagai kota santri dikenal bertaburan pesantren-pesantren besar maupun kecil. Lasem telah banyak melahirkan ulama besar yang alumninya tersebar di Nusantara. Di antaranya, Mbah Ma’shoem Pesantren Al-Hidayat, Mbah Baidlowi Pesantren Al-Wahdah, Mbah Kholil Masyhuri Pesantren An-Nur.

 

"Ketiganya allahuyarham merupakan tiga pendiri NU asal Lasem. Juga terdapat Syaikh Masduqi Pesantren Al-Islah, morosepuh al-Mukarram KH Miftahul Akhyar, Rais ‘Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI Pusat," tutup Abdullah Hamid.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori

 

Posisi Bawah | Youtube NU Online