Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ramadhan Momen Menumbuhkan Cinta Kasih Antarumat Manusia

Ramadhan Momen Menumbuhkan Cinta Kasih Antarumat Manusia
Ilustrasi ibadah
Ilustrasi ibadah

Jakarta, NU Online

 

Bulan suci Ramadhan, selain digunakan untuk meningkatkan ketakwaan setiap pribadi kepada Allah Swt, namun juga sepatutnya dijadikan momen meningkatkan ikatan antarsesama umat manusia. Hal itu dikatakan oleh dosen Universitas Islam As-syafiiyah Jakarta, Dr. Farhat Abdullah. Ia mengingatkan umat Islam agar memanfaatkan momen bulan Ramadhan untuk meningkatkan rasa kasih sayang kepada seluruh umat manusia dan keseluruhan alam semesta.

 

“Jadi (bulan) puasa ini adalah menjadi kasih sayang kepada sesama muslim, kepada umat seagama, antar agama dan bahkan kepada makhluk-makhluk yang lain, kepada hewan, kepada tumbuhan itu kita saling mengasihi dan saling berbagi seperti itu,” ucap KH. Farhat Abdullah di Jakarta, Rabu (28/4).

 

Menurut dia, seseorang yang menumbuhkan rasa cinta kasih pada sesama umat manusia secara otomatis akan terhindar dari egoisme kelompok atau identitas, baik identitas agama, identitas suku, maupun identitas lain. Sehingga, lanjutnya, sifat cinta akan membuat seseorang saling menghormati dan saling menghargai.

 

Tidak hanya itu, di saat yang bersamaan, lanjutnya, sifat rahmatan lil alamin akan menumbuhkan cinta pada tanah air. Hal ini sejalan dengan ungkapan ‘Hubbul Wathon Minal Iman’ yang diciptakan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. “Tentunya dia akan mencintai negaranya sebagaimana makna Hubbul Wathon Minal Iman,” ungkapnya.

 

Dengan mengamalkan nilai bulan Ramadhan dengan benar, menurut dia, pada dasarnya seseorang akan mencintai orang lain dalam konteks sesama umat Islam, atau sebagai satu bangsa, atau sebagai sesama umat manusia, sebagaimana konsep trilogi ukhuwah.

 

Konsep Trilogi Ukhuwah

 

Konsep trilogi ukhuwah sendiri sudah diperkenalkan sejak dulu dalam tradisi NU. Salah satu tujuannya, adalah untuk menjembatani perbedaan identitas antara umat manusia. Ketiga konsep ukhuwah ini sering dikenal dengan nama trilogi ukhuwah; yaitu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah.

 

Ukhuwah islamiyah merupakan tata hubungan antara sesama manusia yang berkaitan dengan keagamaan (keislaman). Ukhuwah ini merupakan persaudaraan sesama muslim, yang tumbuh dan berkembang karena kesamaan akidah, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. Tata hubungan ini menyangkut dan meliputi seluruh aspek kehidupan (ibadah, muamalah, munakahat, mu‘asyarah, interaksi keseharian) yang akhirnya akan membentuk dan menumbuhkan persaudaraan hakiki.

 

Ukhuwah wathaniyah adalah tata hubungan antar sesama manusia yang berkaitan dengan ikatan kebangsaan dan kenegaraan. Tata hubungan ini mencakup aspek yang bersifat muamalat (kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan), dalam konteks sebagai warga negara memiliki kesamaan derajat dan tanggung jawab untuk mencapai kesejahteraan dalam kehidupan bersama.

 

Ukhuwah basyariyah adalah tata hubungan antara manusia yang tumbuh dan berkembang atas dasar rasa kemanusiaan yang bersifat universal. Tata hubungan ini mencakup aspek yang berkaitan dengan kesamaan martabat kemanusiaan (dignity) untuk kehidupan yang sejahtera, adil dan damai.

 

Editor: Ahmad Rozali

Posisi Bawah | Youtube NU Online