Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Songsong Hari Raya, LKKNU Subang Ingatkan Bijak Anggaran Keluarga

Songsong Hari Raya, LKKNU Subang Ingatkan Bijak Anggaran Keluarga
Ketua LKKNU Subang, Maman Hanafie. (Foto: dok istimewa)
Ketua LKKNU Subang, Maman Hanafie. (Foto: dok istimewa)

Subang, NU Online
Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Subang mengingatkan masyarakat agar bisa bijak dan hemat terhadap anggaran keluarga, sebab biasanya menjelang datangnya hari raya lebaran ada peningkatan geliat belanja di tengah masyarakat.

 

"Diusahakan kita semua bisa bijak dalam berbelanja dan bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga anggaran keluarga bisa tetap terkontrol," ujar Ketua LKKNU Kabupaten Subang, Maman Hanifie kepada NU Online, Selasa (4/5).

 

Pria yang akrab disapa Manfie ini mengatakan bahwa LKKNU punya sebuah program yang disebut dengan Kakeku, yaitu Kalkulator Keuangan Keluarga yang bisa digunakan untuk urusan manajemen dan perencanaan keuangan keluarga.

 

"Di antara tujuan Kakeku adalah untuk mengatur pemenuhan kebutuhan hidup, pendidikan, kesehatan, investasi keluarga dan sebagainya," papar Manfie.

 

Lebih lanjut Manfie mengatakan berpuasa adalah menahan dan mengendalikan diri, mestinya hal ini juga berlaku dalam urusan belanja sesuai dengan kondisi keuangan keluarga sehingga anggaran bisa terkontrol dengan baik.

 

"Jika memaksakan diri di luar kemampuan nantinya akan terjebak pada sebuah kondisi sebagaimana istilah gali lobang tutup lobang," tegasnya.

 

Selain itu, kata Manfie, esensi dari Hari Raya Idul Fitri adalah ketulusan hati untuk saling memohon dan memberi maaf satu sama lain agar semuanya bisa kembali suci dari berbagai macam dosa. 

 

"Jadi bukan terletak pada pakaian yang mahal, banyaknya pengeluaran, belanja dan sebagainya," imbuhnya.

 

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa di era pandemi seperti saat ini, roda perekonomian masih belum stabil sehingga perlu ada upaya penghematan agar tidak berdampak buruk di masa yang akan datang.

 

"Hendaknya kita bisa bijak dalam mengelola keuangan keluarga apalagi saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir dan belum diketahui kapan berakhirnya," tuturnya.

 

Dikatakan Manfie, untuk berhemat perlu membangun komunikasi yang baik agar bisa terbentuk sebuah pengertian dan komitmen bersama dari semua anggota keluarga. 

 

“Tidak perlu tergoda dengan berbagai macam diskon besar sebab dari dulu trik marketing memang seperti itu, yang harus diingat bahwa setelah lebaran kita masih banyak kebutuhan,” tambahnya.

 

Lebih lanjut Manfie manambahkan bahwa walaupun berhemat tapi di momentum idul fitri ini tidak sampai melupakan untuk saling berbagi dengan keluarga, kerabat dan tetangga.

 

"Tentu saja sekali lagi sesuai dengan kondisi dan kemampuan kita," pungkasnya.

 

Kontributor: Aiz Luthfi
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online