Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Melihat Semangat Anak Muda Jaga Tradisi Bilal Tarawih di Papua

Melihat Semangat Anak Muda Jaga Tradisi Bilal Tarawih di Papua
Pengurus Jamaah Istighotsah An-Nahdliyyah saat berkunjung ke masjid kawasan Mimika. (Foto: NU Online/Istimewa)
Pengurus Jamaah Istighotsah An-Nahdliyyah saat berkunjung ke masjid kawasan Mimika. (Foto: NU Online/Istimewa)

Mimika, NU Online
Banyak tradisi dan amaliah NU di Bulan Ramadhan yang sarat nilai ibadah dan dakwah serta kearifan lokal ini. Salah satunya adalah petugas bilal shalat tarawih. Boleh dikata, kalau ada jamaah tarawih dengan model seperti ini, menjadi salah satu penanda bahwa jamaahnya adalah Nahdliyin atau warga NU.
 
 
Menyadari nilai pentingnya petugas bilal yang kemudian disebut dengan istilah bilalan, Jamaah Istighatsah An-Nahdliyyah Mimika, Papua menggelar kegiatan Sabilillah atau Safari Bilalan bil Hadiah selama Ramadhan.


"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dan pemantauan dari pelatihan pujian dan bilal tarawih pada awal April lalu dalam rangka menyambut Ramadhan," kata Ketua Jamaah Istighatsah An-Nahdliyyah Mimika, Ustadz Sugiarso, Selasa (4/5).

 
Menurutnya, Sabilillah dilakukan dengan berkeliling ke masjid atau mushala yang para remaja ikut pelatihan. Tidak berhenti sampai di situ manfaat yang diraih. Bahkan kesempatan yang ada bisa digunakan untuk konsolidasi internal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.


"Kegiatan ini menjadi salah satu acara safari silaturahim Ramadhan NU Mimika," jelas Wakil Ketua PCNU Mimika ini.

 
Pada saat berkeliling di lokasi tarawih, beberapa remaja masjid dan mushala telah menjalankan materi pelatihan. Namun demikian ada juga yang belum penuh mempraktikkan dalam tata cara bilal tarawih sebagaimana yang mereka ikuti.

 
Ia juga akhirnya meluruskan anggapan bahwa pelatihan yang berujung pada pemantauan praktik bilal sebagai lomba. Padahal yang ingin diraih adalah menjaga tradisi dan kekhasan amaliah yang dimiliki Nahdlyin.


"Banyak yang salah paham Sabilillah dikira perlombaan. Saya katakan bukan. Ini adalah pemantauan pemenuhan kriteria Sabilillah, seperti mereka hapal teks bilal, berkelompok, kompak dan semangat, bilal untuk 23 rakaat, dan minimal menjadi bilal 10 malam," jelasnya.

 
Tanggapan positif disampaikan sejumlah takmir. Bahwa mereka sangat terbantu dengan pelatihan yang dilakukan, apalagi ditindaklanjuti dengan peninjauan kepada tempat ibadah di mana peserta terlibat.


"Kami sangat senang remaja masjid semangat menjadi bilal. Sejak awal hingga malam 15 ini tidak putus," kata Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas Kampung Kadun Jaya, Jumar.

 
Kesan tentang semangat remaja ketika menjadi bilal juga disampaikan Takmir Mushala Nurul Ulum SP6, Ustadz Asyari dan Ketua Takmir Masjid At-Taubah SP7, Ustadz Syafiuddin.

 
Kesan lain disampaikan Wakil Syuriah PCNU Mimika, Ustadz Hasyim Asyari.


"Selama saya keliling safari Ramadhan, baru di sini ini semua kriteria Sabilillah terpenuhi seratus persen. Suara dan suasana bilalan-nya bikin merinding, " terangnya di Musholla Baiturahman Jalan Serui Mekar, Timika.

 
Kegiatan ini ternyata mendapat dukungan luar biasa dari takmir masjid. Salah satunya dari takmir Masjid Al-Ikhlas Kampung Kadun Jaya dengan memberikan hadiah khusus.


"Luar biasa dukungannya sesepuh untuk remaja kita. Malam ini tim bilal remaja masjid Al-Iklas Kadun Jaya banjir hadiah. Hadiah dari Jamaah Istighatsah An-Nahdliyyah dan Pak Jumar dan Pak Amin," ungkapnya.


Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi A Razaq

 

 

Posisi Bawah | Youtube NU Online