Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Mantan Penjual Es Keliling Jember, Kini Bagikan Zakat Mal Rp2,288 Miliar

Mantan Penjual Es Keliling Jember, Kini Bagikan Zakat Mal Rp2,288 Miliar
H Slamet Sulistiyono saat membagikan zakat mal kepada mustahik (anak yatim) di aula PT BCA, Jumat (7/5). (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)
H Slamet Sulistiyono saat membagikan zakat mal kepada mustahik (anak yatim) di aula PT BCA, Jumat (7/5). (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)

Jember, NU Online
H Slamet Sulistiyono, namanya. Sosok ini dikenal sebagai pengusaha nasional. Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur ini adalah Presiden Direktur PT Benih Citra Asia (BCA). Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi benih tanaman pangan dan holtikultura. Produksi benihnya meliputi jagung, padi dan 200 lebih varian benih tanaman pangan dan holtikultura.


Tidak banyak yang tahu hal ihwal kehidupannya sebelum menjadi pengusaha sukses. Ia tidak serta merta kaya, tapi melalui perjalanan panjang dan penuh liku. H Slamet, sapaan akrabnya, berasal dari keluarga sederhana, bahkan boleh dibilang tidak mampu. Ayahya hanya seorang buruh perkebunan di Banyuwangi, Jawa Timur.  


H. Slamet sendiri, di awal-awal kehidupannya bersama sang istri, luntang-lantung tanpa pekerjaan yang tetap. Bahkan ia pernah menjadi penjual es keliling dengan menggunakan motor butut.


“Saya keliling  jual es mulai dari Jember kota hingga Mayang (Jember timur),” ucapnya saat membagikan zakat mal untuk 850 mustahik di aula Kantor PT BCA, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember Jawa Timur, Jumat (7/5).


Namun H Slamet tak berkecil hati. Ia yakin bisa mengubah nasibnya asalkan tekun dalam bekerja dan tak pernah putus asa. Ia juga yakin bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubahnya sendiri.


Setelah sekian lama nasibnya tak menentu, ia kemudian mendapat kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan pembenihan. Dari situlah tirai kegelapan hidupnya mulai terkuak. Ia berhenti dari perusahaan itu, dan mendirikan perusahaan pembenihan sendiri, levelnya masih kecil.


“Ini kalau diceritakan semua, sangat panjang. Tapi yang pasti, usaha apapun jika ditekuni sungguh-sungguh, insyaallah berhasil,” ungkapnya.


Dalam pembagian zakat tersebut, H Slamet memperkenalkan orang tua dan mertuanya kepada yang hadir. Ia menyebut bahwa dukungan dan doa orang tuanya cukup besar bagi kesuksesan dirinya mendirikan dan mengelola perusahaan.


“Tanpa doa dan restu orang tua, tidak mungkin saya seperti ini. Saya dulu melarat, ayah saya hanya buruh perkebunan. Kita tahu hidupnya buruh seperti apa. Tapi kemudian saya bangkit,” urainya.


Sekadar diketahui, saat ini selain mempunyai kantor cabang di sejumlah daerah, H Slamet juga berencana membuka kantor cabang perusahaannya di luar negeri, yaitu Thailand, Philipina, dan India. Pengumuman rekrutmen pimpinan dan tenaga kerjanya sudah dipublikasikan di berbagai media.


Tahun ini, PT BCA menggelontorkan  zakat perusahaan sebesar Rp2,288 Miliar. Zakat tersebut didistribusikan dalam bentuk sembako dan uang kepada ribuan mustahik di Jember dan sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan Kalimantan yang di situ berdiri kantor cabang PT BCA.


“Tapi yang terbanyak tetap di Jember, karena Jember adalah kantor pusatnya (BCA),” jelasnya.


Sejak tahun 2006 PT BCA telah mengeluarkan zakat mal secara rutin tiap tahun. Selain dibagikan di bulan Ramadhan, zakat mal perusahaan itu, juga dibagikan setiap bulan kepada mustahik, tapi kapasitasnya hanya 300-an orang. Ia mengaku bersyukur bisa mengeluarkan zakat perusahaan secara rutin.


“Zakat itu ‘kan memang punya orang lain (mustahik), bukan milik kita, sehingga wajib dikeluarkan. Dan alhamdulillah, balasan Allah nyata. Meski saat ini musim Corona, dan banyak perusahaan merumahkan karyawannya, tapi kami tidak, justru BCA terus berkembang,” urainya.


H Slamet Sulistiyono  juga menggulirkan pentingnya zakat produktif. Sebab zakat produktif lebih lama manfaatnya dibanding zakat konsumtif.


“Saya kira zakat produktif juga pilihan yang bagus untuk pemberdayaan mustahik,” ucapnya.


Pewarta:  Aryudi A Razaq
Editor: Muhammad Faizin

Posisi Bawah | Youtube NU Online