Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Penelitian Kemenag Rekomendasikan Shalat Id di Lapangan Terbuka dengan Prokes Ketat

Penelitian Kemenag Rekomendasikan Shalat Id di Lapangan Terbuka dengan Prokes Ketat
Gedun Kemenag (Foto: Musthofa Asrori)
Gedun Kemenag (Foto: Musthofa Asrori)

Jakarta, NU Online

Para peneliti dari Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI merekomendasikan agar pelaksanaan Shalat Idul Fitri sebaiknya di lapangan terbuka. Jika tidak, di masjid ditambah lahan pekarangan atau jalan dengan penerapan prokes yang ketat, serta berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemda setempat.

 

Rekomendasi ini muncul setelah diadakan survei Dinamika Umat Islam Menjalani Ramadhan 1442 H/2021 M. Survei melibatkan 2.012 pemeluk agama Islam di Indonesia dari 34 provinsi. Berdasarkan survei tersebut peneliti menemukan bahwa 94,18 responden akan ikut shalat Id di masjid atau lapangan. Jika tidak terpecah atau terbagi ke beberapa masjid, potensi kerumunan massa tidak dapat terhindarkan. 

 

Selain itu, peneliti juga merekomendasikan agar dilakukan sosialisasi kebijakan atau regulasi yang lebih massif dan terarah lagi, misal melalui TV, medsos, dan sebagainya. Materi sosialisasi agar dikembangkan dalam format atau medium yang beragam, seperti flyer, video singkat, meme, podcast, dan lainnya sesuai target yang disasar. Hal ini karena temuan survei pada kalangan anak muda cenderung menggunakan media sosial, sedangkan kalangan orang tua cenderungdari TV dan radio. 

 

Berikutnya informasi status zonasi pandemi harus jelas, update, dan secara luas terinformasikan kepada masyarakat. Satgas Covid-19 kecamatan, bersama pengurus masjid, agar  melakukan pengawasan ke masjid-masjid di wilayahnya untuk memastikan pelaksanaan prokes di mesjid. Bagi yang  melangggar agar diberi teguran atau surat peringatan.

 

Temuan antarsurvei, ada tren responden mulai bosan di rumah dan agak sering ke luar rumah, 
serta terjadi pelonggaran prokes. Konsistensi pengawasan-persuasif diperlukan.

 

Lebih dari itu, masyarakat umat beragama agar tetap disiplin menerapkan prokes, baik dalam kegiatan ibadah bersama di masjid maupun di luar masjid, dalam aktivitas sehari-hari. Meski tren menurun, status zonasi semakin baik,  vaksinasi sudah dilakukan, tapi ancaman masih ada—terlebih ada mutasi dan varian baru Covid.19.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori

Posisi Bawah | Youtube NU Online