Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Covid-19 Masih Ada, Cegah dan Hindari Kerumunan

Covid-19 Masih Ada, Cegah dan Hindari Kerumunan
Peristiwa Tsunami Covid-19 di India yang diakibatkan dari adanya kerumunan massa saat pelaksanaan ibadah khusus yaitu Kumbh Mela atau festival kendi di tepi Sungai Gangga
Peristiwa Tsunami Covid-19 di India yang diakibatkan dari adanya kerumunan massa saat pelaksanaan ibadah khusus yaitu Kumbh Mela atau festival kendi di tepi Sungai Gangga

Oleh M Fathur

Angka Covid-19 setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H diperkirakan akan meningkat. Hal tersebut tak lepas disebabkan dari kurangnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan, di antaranya  memakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, kurangi interaksi serta cegah dan hindari kerumunan.

 

Di sisi lain, budaya mudik lebaran, piknik dan tamasya serta liburan, sudah menjadi kebiasaan melekat  bagi masyarakat yang biasa dilakukan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran sebagai ungkapan kegembiraan atas  kemenangan setelah melakukan puasa berperang melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan. Kebiasaan tersebut merupakan sebuah fenomena nyata yang tidak bisa dibendung, dicegah apalagi dihilangkan.


Pemerintah pusat melalui Satgas Penangan Covid-19 dan pemulihan perekonomian, termasuk tenaga kesehatan tidak henti-hentinya memberikan imbauan dan edukasi baik secara praktik lapangan maupun melalui sarana media masa. Sementara itu, Pemerintah daerah juga secara dengan sigap telah membuat berbagai kebijakan yang dipandang penting untuk mengatasi penyebaran pandemi. 

 

Tsunami Covid-19 di India yang diakibatkan dari adanya kerumunan massa saat pelaksanaan ibadah khusus yaitu Kumbh Mela atau festival kendi di tepi Sungai Gangga, yang menimbulkan angka positif Covid-19 tembus lebih dari 100 ribu jiwa hendaknya dapat menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Terlepas kegiatan apa pun itu di masa pandemi seperti ini segala bentuk keramaian tetap perlu dicegah dan dihindari. 

 

Di massa seperti ini, kerap kali masyarakat mengabaikan protokol kesehatan tersebut yang justru pada akhirnya menjadi pemicu terjadinya kluster baru Covid-19. Perlunya membangkitkan kesadaran penuh bagi setiap individu menjadi hal penting, bahkan sebuah keharusan dan keniscayaan bagi terwujudnya komitmen perlawanan terhadap virus Covid-19.

 

Di Indonesia sendiri, pengabaian protokol kesehatan pasca-Lebaran Idul Fitri tampak begitu nyata yang dibuktikan dengan ramainya tempat-tempat hiburan wisata ditambah lagi yang nahasnya, mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak cuci tangan dan menggunakan masker. Berdasarkan data peta sebaran Covid-19 tim Satgas Penanggulangan Covid-19 per tanggal 18 Mei 2021 terkonfirmasi sebanyak 4.295 kasus positif. Hal tersebut merupakan suatu peringatan bagi kita semua agar ke depannya lebih peduli antar sesama.

 

Sadar atau tidak sadar masyarakat tentu mengetahui bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan virus itu masih ada di sekitar kita.  Sebagai upaya antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 setelah libur panjang, Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 70.000 tempat tidur bagi pasien Covid.

 

Seluruh masyarakat agar tetap peduli terhadap kesehatan mulai dari diri sendiri, maupun keluarga, dengan menunda mudik, menunda piknik dan cegah serta hindari keramaian. Ayo  cegah dan hindari keramaian. Tahan, tunda dulu piknik dan liburan. Sayangi diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

 

Penulis adalah pemerhati sosial.

Posisi Bawah | Youtube NU Online