Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Warga Turki Gelar Protes Agresi Israel ke Palestina

Warga Turki Gelar Protes Agresi Israel ke Palestina
Warga Turki menggelar aksi protes serangan Israel ke Gaza, Palestina. (Foto: Anadolu)
Warga Turki menggelar aksi protes serangan Israel ke Gaza, Palestina. (Foto: Anadolu)

Jakarta, NU Online

Agresi Israel ke Gaza, Palestina menuai protes dan kecaman warga dunia, termasuk masyarakat Turki. Sejumlah warga dan kelompok masyarakat Turki menggelar aksi protes di berbagai lokasi, termasuk Istanbul dan Ankara, pada Selasa (18/5) malam untuk mendukung warga Palestina memerangi agresi Israel.


Dikutip dari kantor berita Anadolu, terdapat 1.000 kendaraan berkonvoi yang diorganisasi oleh berbagai organisasi non-pemerintah, serikat pekerja dan kelompok bantuan kemanusiaan, termasuk Yayasan Pemuda Anatolia (AGD), Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) dan Memur-Sen berkumpul di Ankara.


Direktur provinsi AGD Ahmet Sanver, yang mewakili pengunjuk rasa di Ankara, mengatakan para demonstran ingin menunjukkan bahwa warga Turki mendukung perjuangan Palestina untuk pembebasan.

 


Konvoi di Istanbul melakukan tur di wilayah kota bagian Asia dan Eropa sambil mengibarkan bendera Palestina.


Konvoi juga digelar di berbagai provinsi, termasuk provinsi timur Adiyaman dan Elazig, provinsi barat Denizli serta provinsi barat laut Edirne, Tekirdag dan Kirklareli.


Israel kembali melakukan serangan udara di Jalur Gaza pada Rabu (19/5) yang menewaskan sedikitnya enam orang dan menghancurkan rumah. Militer Israel menyatakan mereka akan memperluas serangannya di bagian selatan untuk membalas tembakan roket yang terus berlanjut dari kelompok Hamas.

 


Seperti dilaporkan CNBC, warga sekitar terus menyaksikan tumpukan batu bata, beton dan puing-puing sisa rumah dari 40 anggota keluarga al-Astal.


Sebelum adanya serangan udara itu, mereka mengatakan, sebuah rudal peringatan menghantam gedung di kota selatan Khan Younis, sehingga banyak yang melarikan diri.


Menurut keterangan profesor universitas Ahmed al-Astal, banyak warga yang panik sebelum terjadinya serangan udara, baik pria, wanita dan anak-anak bertaburan pergi keluar gedung, bahkan ada yang tanpa pakaian.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchishon

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya