Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Demi Kemerdekaan, PBNU Dorong Para Pemimpin di Palestina Bersatu

Demi Kemerdekaan, PBNU Dorong Para Pemimpin di Palestina Bersatu
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sesaat setelah berdialog dengan Dubes Palestina, Zuhair Al-Shaun, Selasa (18/5) di Kantor Kedubes Palestina. (Foto: dok. istimewa)
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sesaat setelah berdialog dengan Dubes Palestina, Zuhair Al-Shaun, Selasa (18/5) di Kantor Kedubes Palestina. (Foto: dok. istimewa)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berharap, para pemimpin di Palestina dan dunia Arab bersatu untuk menggapai kemerdekaan yang hakiki. Persatuan itu pun sangat dibutuhkan demi memberikan kemenangan dan keadilan untuk masyarakat Palestina. 


Hal tersebut disampaikan Kiai Said dalam Dialog Eksklusif bersama Penasihat Presiden Palestina Bidang Agama dan Hubungan Islam Mahmoud Habbash, yang disiarkan langsung melalui TVNU dan dipandu oleh H Achmad Sudrajat, pada Kamis (20/5). 


“Kami mengajak kepada seluruh faksi yang ada di Palestina seperti Fattah dan Hamas untuk bersatu guna memperoleh kemerdekaan yang hakiki. Kami juga mengajak kepada para pemimpin dunia Arab untuk bersatu dalam rangka memberikan kemenangan dan keadilan buat masyarakat Palestina,” tutur Kiai Said. 


Pada kesempatan itu pula, Kiai Said menyampaikan bahwa sikap NU sejak dulu hingga kini tidak pernah berubah terhadap perjuangan kemerdekaan di Tanah Palestina. Ia menjelaskan, saat Muktamar NU di Menes, Banten, pada 1938, Hadlratussyekh KH Hasyim Asy’ari telah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina. 


“Ketika itu, Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari telah mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan Nahdliyin untuk memanjatkan doa, Qunut Nazilah, dan memberikan bantuan kepada Palestina yang sedang mengalami persoalan,” terang Profesor Ilmu Tasawuf dari Universitas Umm Al-Qura, Makkah itu.


Ditegaskan pula bahwa saat ini, Nahdliyin bersama masyarakat Muslim Indonesia akan terus memberikan doa dan bantuan terbaik kepada masyarakat Palestina. Karena itu, ia meminta kepada Mahmoud Habbash untuk terus melakukan komunikasi intens antara Palestina dan NU. 


“Kami meminta agar ada komunikasi yang sangat intens antara Palestina dan NU. Sekali lagi kami sangat mengharapkan para pemimpin di Palestina bersatu untuk membangun kebersamaan lintas faksi. Insyaallah kemerdekaan Palestina akan digapai dalam waktu dekat,” harap Kiai Said. 


Tak lupa, ia mengajak kepada seluruh Nahdliyin dan masyarakat Indonesia agar bersedia dengan ikhlas memberikan bantuan kepada Palestina melalui NU Care-LAZISNU, yakni dengan mengklik tautan www.nucare.id/program/pedulipalestina. Donasi yang dikumpulkan ini, kelak akan langsung diberikan melalui Duta Besar Palestina Zuhair Al-Shun. 


“Kepada masyarakat Indonesia dan Nahdliyin terutama, mari memberikan bantuan kepada Palestina melalui masyarakat Palestina lewat NU Care-LAZISNU dan juga memberikan doa yang terbaik buat masyarakat Palestina,” ajak Pengasuh Pesantren Luhur Al Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan.


Sementara itu, Mahmoud Habbash menyatakan bahwa sekalipun para Pejuang Palestina terdapat berbagai faksi seperti Fattah dan Hamas itu, tetapi masih dalam satu kesepakatan yakni agar seluruh anak bangsa Palestina bersama-sama menjaga Tanah Suci itu. 


“Kami bersatu dalam satu kesepakatan yaitu tentang Al-Quds. Kami adalah satu untuk menjaga Al-Quds. Semua, anak bangsa Palestina, sepakat untuk menjaga Quds, sebagai tanah yang suci meskipun dalam berbagai metodologi perjuangan kami berbeda dan itu jelas diakui,” tegas Mahmoud.


Ia menyatakan, Al-Quds menjadi satu objek untuk menyatukan bangsa dan rakyat Palestina di mana pun berada. Itulah yang menjadi kekuatan sehingga timbul rasa optimisme bahwa Palestina akan menang dan tidak akan pernah kalah. 


“Terbukti, dari usaha-usaha yang dilakukan dahulu hingga sekarang tidak pernah berhasil untuk menghilangkan Palestina dari peta dunia, karena memang tujuannya adalah bagaimana Palestina hilang dari peta dunia,” katanya.


Ia pun sangat berharap kepada masyarakat NU di Indonesia dengan jumlah sekitar 100 juta jiwa. Acara dialog yang diselenggarakan hari ini, diharapkan dapat diketahui secara luas oleh Nahdliyin dan menambah kecintaan orang Indonesia kepada Palestina. 


“Cukup 100 juta ini menjadi duta-duta orang Palestina untuk mengajarkan kecintaan dan mempertahankan serta memberikan doa kepada masyarakat Palestina. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan NU. Kami mengharapkan doa dari masyarakat dunia dan NU agar Palestina tetap jaya untuk memperoleh kemenangan,” pungkas Mahmoud.  


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad

Posisi Bawah | Youtube NU Online