Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Terpilih Jadi Rais NU Kota Metro, Kiai Mahsun Ingatkan Tiga Unsur Pokok Organisasi

Terpilih Jadi Rais NU Kota Metro, Kiai Mahsun Ingatkan Tiga Unsur Pokok Organisasi
Rapat Pleno PCNU Kota Metro, Lampung. (Foto: Istimewa)
Rapat Pleno PCNU Kota Metro, Lampung. (Foto: Istimewa)

Metro, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro, Lampung KH Mahsun Jauhari mengingatkan bahwa setidaknya ada tiga unsur pokok dalam sebuah organisasi yang keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan kemunduran organisasi itu sendiri. Tiga hal ini juga yang perlu diperkuat di jamiyyah Nahdlatul Ulama agar organisasi yang didirikan oleh para ulama ini dapat terus menunjukkan eksistensinya.


Yang pertama adalah sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan roda organisasi, kedua adalah kerjasama antar SDM dalam organisasi, dan ketiga adalah  cita-cita bersama yang harus dicapai semua elemen yang ada dalam organisasi.


“Ketiga unsur ini tidak bisa dipisahkan dan menjadi satu kesatuan yang utuh,” tegas Kiai Mahsun di Kantor PCNU Kota Metro, Sabtu (23/5) sesaat setelah terpilih dalam rapat pleno menjadi pengganti KH Zainal Abidin, Rais Syuriyah Kota Metro yang wafat pada 2 Januari 2021 lalu.


Dengan SDM yang memiliki kelebihan dan kekuatan masing-masing serta mampu dimaksimalkan perannya, ia optimis Nahdlatul Ulama di daerahnya akan dapat dikembangkan lebih baik lagi. Ia menegaskan Rais ataupun Ketua Tanfidziyah bukanlah segala-galanya dalam organisasi NU. Semua harus berperan maksimal sehingga bisa mengagungkan kalimatullah melalui Nahdlatul Ulama.


Hal senada juga diungkapkan H Rudi Hartono yang pada kesempatan tersebut juga terpilih menjadi pengganti Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Metro KH Ali Qamaruddin yang wafat pada 17 Februari 2021 lalu. Posisi ketua menurutnya bukanlah posisi yang terbaik. Yang paling penting adalah komitmen seluruh pengurus dalam wujud karya nyata.


“Mari bersama-sama berjuang meneruskan program-program yang sudah berjalan sekaligus melihat potensi-potensi strategis yang bisa dilakukan,” ungkapnya pada rapat pleno yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus mulai Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, Banom dan Lembaga NU tersebut.


Rapat pleno tersebut digelar dalam rangka melaksanakan amanat organisasi sesuai Anggaran Rumah Tangga (ART) NU Bab XV pasal 50 terkait dengan pengganti Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah yang berhalangan tetap. Berdasarkan hal ini maka PCNU Kota Metro memilih salah satu Rais dan Wakil yang ditetapkan melalui rapat pleno.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Aryudi AR

Posisi Bawah | Youtube NU Online