Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

PWNU Sumatra Barat Ingatkan Masyarakat agar Jeli Memilih Sekolah

PWNU  Sumatra Barat Ingatkan Masyarakat agar Jeli Memilih Sekolah
Suasana pembukaan gedung PCNU Pasaman, Sumbar yang diisi dengan pembacaan Walikutuban dan Hizib Bukori. (Foto: NU Online/Armaidi)
Suasana pembukaan gedung PCNU Pasaman, Sumbar yang diisi dengan pembacaan Walikutuban dan Hizib Bukori. (Foto: NU Online/Armaidi)

Pasaman, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)  Sumatra Barat,  Asyari Hasan mengingatkan agar Nadliyin selalu bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada di NU. Jangan sampai labelnya NU tapi perilaku dan tindakannya tidak mencerminkan sebagai warga NU. Ia mencontohkan, seorang warga NU yang menyekolahkan anaknya ke sekolah yang berafiliasi dan mengembangkan paham Wahabi, Salafi dan sebagainya.


“Itu jelas tidak sejalan dengan NU. Tentu saja ini akan berakibat generasi berikutnya dari warga NU tersebut menjadi bibit ancaman terhadap NU," kata Asyari saat memberikan pengarahan dalam peresmian  gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat di jalan lintas Padang- Medan, Jorong Tanjung Aro Selatan, Nagari Bahagia, Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman, Selasa (25/5).


Karena itu, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, meminta agar warga NU jeli dan hati-hati memilih sekolah anaknya.  Demikian juga memilih pondok pesantren. Sebab saat ini tak sedikit pesantren yang  memakai nama yang berbau Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Padahal isinya tidak sesuai atau malah bertentangan dengan harakah (gerakan) NU.


“Jangan hanya tergiur dengan nama pesantren yang bernuansa Islam atau tokoh-tokoh Islam,” ungkapnya.


Ia menambahkan, memang banyak organisasi Islam di Indonesia yang dalam pemahaman ibadah persis sama dengan NU. Namun dalam harakah, sangat berbeda dengan NU. Walaupun dalam praktek ibadah dan pikiran sama, namun mereka malah menolak tokoh-tokoh NU dan visi NU.


"Karena itu, warga NU harus lebih hati-hati mencermati setiap perkembangan yang terjadi. Jangan mudah terkecoh," tutur Asyari.


Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Pasaman,  Asrial Afandi Hasan berharap agar adanya kantor PCNU tersebut  maka aktivitas organisasi NU di Pasaman akan lebih terorganisir dan terdata dengan baik.
 

"Kantor ini bisa dimanfaatkan oleh badan otonom (Banom) dan lembaga di lingkungan NU Pasaman," kata Asrial, yang juga mantan Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Pasaman ini.


Kontributor: Armaidi Tanjung
Editor: Aryudi A Razaq

Posisi Bawah | Youtube NU Online