Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Mahasiswa Unusa Ciptakan Masker Praktis dan Multifungsi

Mahasiswa Unusa Ciptakan Masker Praktis dan Multifungsi
Ima Amalia menunjukkan masker kreasi dari mahasiswa D3 Kebidanan Unusa. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)
Ima Amalia menunjukkan masker kreasi dari mahasiswa D3 Kebidanan Unusa. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)
Surabaya, NU Online
Pandemi memberikan banyak inspirasi bagi sejumlah kalangan. Beragam inovasi lahir selama dibatasinya kegiatan di luar. Memang di satu sisi penyebaran Covid-19 membawa berkah, tapi bagi mereka yang memiliki kreasi.
 
Seperti yang juga dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya atau Unusa. Mereka berhasil menciptakan mixed mask atau satu masker dua kegunaan yang merupakan judul proposal dari vokasi kampus tersebut dan dinyatakan lolos pada Progam Wirausaha Mahasiswa Vokasi (PWMV) tahun 2021. Kegiatan merupakan program dari Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek untuk mahasiswa vokasi.
 
Tim mixed mask ini terdiri dari tiga orang mahasiswa yaitu Ima Amalia, Nayla Shaffira Aniq, dan Maulidiah Margareta. Ketiganya merupakan mahasiswa dari D3 kebidanan Unusa.
 
Salah satu anggota, Ima Amalia menjelaskan bahwa mixed mask merupakan masker yang dapat digunakan orang tua hingga anak-anak. Menariknya, mixed mask ini dilengkapi perekat di bagian pinggir masker untuk memperbesar dan memperkecil bentuk dan juga pada tali ada steper untuk mengecilkan sesuai pemakai.
 
"Jadi dengan mudah masker ini digunakan orang tua hingga anak-anak yang memang maskernya pun jarang ditemui," kata Ima, Rabu (2/6).
 
Dijelaskannya bahwa mixed mask didesain untuk dua kegunaan yang dapat dimanfaatkan orang dewasa dan anak. Dengan demikian membantu orang tua dalam mencari masker yang bisa dipakai anak dan orang tua.
 
Aspek kesehatan juga menjadi pertimbangan utama dari desain masker tersebut. Sehingga mixed mask terbuat dari kain, dimana pembuatan ini sesuai anjuran pembuatan masker dari dinas kesehatan sebagai mencegah penularan Covid-19.
 
"Jadi harga lebih ekonomis serta dapat dicuci jika memang masker tersebut kotor," ungkapnya.
 
Lebih jauh dikemukakan bahwa lolosnya proposal yang diajukan akan memberikan berkah kepada tim. Salah satunya adalah dengan disiapkannya pemasaran mixed mask di berbagai tempat seperti di sekolah, tempat wisata dan market.
 
"Kami pasarkan di tempat ramai karena memang agar mudah dikenali semua orang," ungkap mahasiswi semester 2 ini. 
 
Di ujung pembicaraan, dirinya berharap agar temuan yang dihasilkan tidak berhenti pada keuntungan berupa lolosnya proposal yang diajukan, juga lebih dari itu. Yang juga tidak kalah penting adalah menambah keuntungan materi.
 
"Lolosnya tim mixed mask ini bisa menambah pengalaman dalam berwirausaha dan tentu saja menumbuhkan jiwa kewirausahaan setiap anggota juga," pungkas dia.
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Syamsul Arifin
Posisi Bawah | Youtube NU Online