Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Innalillah, Rais Syuriyah NU Inggris Didiek S Wiyono Wafat

Innalillah, Rais Syuriyah NU Inggris Didiek S Wiyono Wafat
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Inggris Didiek S Wiyono. (Tangkapan layar Instagram)
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Inggris Didiek S Wiyono. (Tangkapan layar Instagram)

Jakarta, NU Online
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiun. Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Inggris Didiek S Wiyono wafat. Almarhum berpulang ke Rahmatullah di Solo, Jawa Tengah pada Rabu (16/6).


Kabar tersebut disampaikan Sekretaris PCINU Inggris Munawir Aziz kepada NU Online pada Rabu (16/6) sore.


“Telah wafat Pakdhe Kiai Didiek S. Wiyono,Ph.D (Rais Syuriah PCINU United Kingdom), hari ini Rabu, 16 Juni 2021,” katanya.


Munawir menyampaikan bahwa Didiek sangat memperhatikan dan mengurusi NU di Inggris dan negara-negara lain. Sebagai Rais Syuriyah, menurutnya, almarhum tak jarang turun langsung untuk membantu terlaksananya program-program NU.


Dengan basis keilmuannya di bidang Artificial Intelligence, Didiek selalu mendukung inovasi teknologi. Ia baru saja menamatkan studi doktoralnya di kampus di Southampton tahun lalu dan mengabdikan dirinya sebagai pengajar di Universitas Sebelas Maret Surakarta.


Akademisi kelahiran 46 tahun yang lalu itu juga selalu mendukung gerakan-gerakan perbaikan ekonomi untuk Nahdliyin. Hal itu tampak dari inisiasinya dalam membentuk NU Care Lembaga Infak, Zakat, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Inggris. “Didiek concern (fokus) banget membentuk NU Care LAZISNU,” katanya.


Ketika Pandemi Covid-19 mulai melanda dunia, almarhum menyampaikan bahwa penting ada NU Care LAZISNU di Inggris dan negara lain sebagai media untuk membantu banyak orang. “Inisiasinya itu berhasil membantu sangat banyak orang,” lanjut Munawir.


Begitulah kesaksian Munawir yang kerap bertemu dan hampir setiap hari bersama karena sempat tinggal di kota yang sama, dalam beberapa tahun. “Itu di antara yang saya sendiri saksikan. Kami hampir tiap hari bareng. Dalam beberapa tahun ini, kami tinggal dekat di Southampton,” katanya.


Terakhir, Munawir memohon doa kepada segenap Nahdliyin untuk almarhum. “Mohon doanya Bapak/Ibu n sedulur semua. Al-Fatihah,” pungkasnya.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Muhammad Faizin

Posisi Bawah | Youtube NU Online