Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ansor Riau Dukung Inyiak Canduang Jadi Pahlawan Nasional

Ansor Riau Dukung Inyiak Canduang Jadi Pahlawan Nasional
Kunjungan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Riau. (Foto: NU Online/ M Owen Maulana)
Kunjungan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Riau. (Foto: NU Online/ M Owen Maulana)
Pekanbaru, NU Online
Ulama terkemuka asal Sumatera Barat, Syeikh Sulaiman Arrasuli adalah salah satu ulama terkemuka sejak abad ke-20. Berkat perjuangannya di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial, ulama yang kerap dipanggil Inyiak Canduang itu dinilai layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
 
Dukungan ini juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Riau, Purwaji saat berziarah ke makam pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) di Canduang, Kabupaten Agam, Selasa (22/6).
 
Menurut Purwaji, jasa Syeikh Sulaiman Arrasuli sangat besar bagi Indonesia dan perkembangan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama'ah. Karena perjuangannya, santri Canduang kini tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di Riau dan Sumatera.
 
“Kami PW Ansor Provinsi Riau sangat mendukung agar Syeikh Sulaiman ini mendapat gelar Pahlawan Nasional. Perjuangan beliau bagi Indonesia dan perkembangan Ahlussunnah wal Jama'ah patut kita apresiasi. Kita tahu kalau Inyiak Canduang ini adalah teman satu angkatan Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari saat menimba ilmu di Makkah,” ujar Purwaji.
 
Inyiak Canduang dikenal sebagai tokoh ulama yang gigih mempertahankan mazhab Syafii. Ulama yang lahir pada 10 Desember 1871 dan wafat pada 1 Agustus 1970 itu merupakan pendiri Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. Ia juga berjasa dalam mereformasi sistem pendidikan di Sumatera Barat yang mulanya menggunakan metode halaqah, menjadi model jenjang kelas yang biasa ditemui pada sekolah-sekolah modern saat ini. 
 
Bersama beberapa tokoh lainnya, lanjut Purwaji, Syeikh Sulaiman Arrasuli mendirikan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) pada 1928 dan berpengaruh hingga Medan, Jambi, Bengkulu, Riau, bahkan Malaysia.
 
“Dengan meneladani kedua tokoh besar Indonesia seperti KH Hasyim Asy'ari dan Syeikh Sulaiman Arrasuli, kita sebagai generasi penerus masa kini patut berjalan beriringan dan saling mendukung satu sama lain,” jelas anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau itu.
 
Purwaji juga mengajak Perti, NU, khususnya GP Ansor supaya bergerak bersama dalam mengawal Ahlussunnah wal Jama'ah di Sumatera, khususnya di Riau dan Sumatera Barat.
 
Dalam kunjungan tersebut, Purwaji dan rombongan GP Ansor Riau disambut langsung oleh Buya Anas, Buya Zulkifli dan beberapa pengasuh Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang.
 
Kontributor: M. Owen Maulana
Editor: Syamsul Arifin
Posisi Bawah | Youtube NU Online