Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Abu Hapsin Isyaratkan Siap Jadi Ketua PWNU Jateng

Abu Hapsin Isyaratkan Siap Jadi Ketua PWNU Jateng
Semarang, NU Online
Abu Hapsin mengisyaratkan siap menjadi ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggantikan Mohamad Adnan. Pria yang kini menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Ketua PWNU Jateng itu menyatakan bersedia dicalonkan jika para peserta Konferensi Wilayah (Konferwil) NU, menghendaki dirinya.

Pria kelahiran Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu, mengatakan siap mengabdikan dirinya untuk NU. Jika terpilih nanti, ia akan memperjelas wilayah garapan NU, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi warga NU.<>

“Khusus dalam pemberdayaan ekonomi, mayoritas warga NU tinggal di pedesaan, di mana sesungguhnya mereka sangat memerlukan uluran permodalan untuk pengembangan usaha yang mereka miliki,” terang Abu Hapsin kepada Kontributor NU Online, Abdul Muis, melalui sambungan telepon, di Semarang, Rabu (2/7).

Abu Hapsin yang juga Ketua Komisi Politik PWNU Jateng memang disebut-sebut bakal mengisi posisi yang ditinggalkan Adnan selama proses Pemilihan Gubernur Jateng beberapa waktu lalu. Bahkan, ia juga disebut sebagai seseorang yang telah disiapkan Adnan.

Dalam satu kesempatan, Adnan mengatakan, dirinya telah mempersiapkan seseorang untuk memimpin NU Jateng di masa mendatang. Seseorang itu, menurutnya, telah teruji dan memiliki kemampuan lebih, baik dari segi akademis, pengalaman, maupun kemampuan mengatur organisasi.

“Jago yang saya siapkan telah berkali kali saya uji untuk mengganti posisi saya ketika saya ada tugas maupun cuti ketika saya maju menjadi cawagub kemarin, dan dia mampu menjalakannya dengan baik,” terang Adnan.

Meski demikian, Abu Hapsin bukan satu-satunya nama yang muncul dan siap menjadi Ketua PWNU Jateng. Terdapat pula nama Ali Mufiz (Gubernur Jateng saat ini), Prof Abdul Djamil (Rektor Institut Agama Islam Negeri Walisongo, Semarang) dan Achmad (mantan ketua PWNU Jateng).

Namun, nama pertama yang disebutkan, Ali Mufiz, mengisyaratkan penolakan untuk dicalonkan. "Terima kasih. Akan tetapi, pilih dan beri kesempatan kepada mereka yang lebih muda untuk membesarkan NU," katanya di Kantor DPRD Jateng, di Semarang, Selasa (1/7). (rif)
Posisi Bawah | Youtube NU Online