Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Habib Syech Jelaskan Keistimewaan dan Kenikmatan Umat Nabi Muhammad 

Habib Syech Jelaskan Keistimewaan dan Kenikmatan Umat Nabi Muhammad 
Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf (Foto: Instagram/@syaikhassegaf)
Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf (Foto: Instagram/@syaikhassegaf)

Jakarta, NU Online
Semua manusia yang hidup di dunia ini pasti memiliki dosa, kecuali Nabi Muhammad Saw yang selalu terjaga dari segala bentuk kesalahan dan dosa. Demikian dikatakan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam tayangan Sapa Habib Syech yang dipandu Ustadz Aly Bachrun, Ahad (4/7).

 

Menjadi umat Nabi Muhammad, menurut Habib Syech adalah suatu keistimewaan dan kenikmatan, sebab jika mereka melakukan kesalahan dan dosa, saat itu pula Allah akan mengampuninya jika ia melakukan taubat. Hal ini sangat berbeda sebagaimana umat Bani Israil terdahulu.

 

"Pada zaman Bani Israil, jika hendak bertaubat dari kesalahan dan dosa harus pergi ke tempat yang jauh mengasingkan diri, bahkan ada pula yang harus membunuh," kata Habib Syech.

 

Dikatakan Habib Syech, hal tersebut sangat berbeda dengan umat Nabi Muhammad, segala kesalahan dan dosa akan Allah ampuni jika kita menyadari dan bertaubat dengan taubat yang nasuha. Maka sangatlah beruntung kita yang hidup dan menjadi umat Rasulullah Saw.

 

"Sebelum nyawa kita sampai di kerongkongan (sakaratul maut) maka masih terbuka pintu taubat bagi kita," tuturnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Habib Syech menyatakan bahwa orang yang telah berlumuran dosa, masih tetap diakui oleh Allah sebagai hamba-Nya, maka hendaknya kita tidak berputus asa.

 

Hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam Surah Az-Zumar ayat 53; Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.

 

"Kita sering mendengar cerita para aulia, orang sufi, dan sebagainya, yang asalnya mungkin pendosa, peminum khamr, suka berjudi dan berzina. Namun, ia mendapatkan hidayah dan takut sama Allah. Lalu dia bertaubat dan meminta ampunan kepada Allah, akhirnya dipenuhi kegiatan-kegiatan yang baik," papar Habib Syech.

 

Pimpinan Majelis Ahbabul Musthofa itu mengingatkan kita untuk tidak berputus asa, karena banyak para wali yang dulunya juga pendosa, lalu ia sungguh-sungguh dalam bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah, akhirnya ia mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Allah.

 

"Kita tidak tahu apa yang dilakukan si pendosa secara diam-diam, siapa tahu di akhir hayatnya dia menjadi orang yang baik. Dan tak ada satu pun juga yang mengetahui akhir hayat, kecuali Allah. Maka kita harus terus husnudzon," ujarnya.

 

Habib Syech mengimbau kepada semua orang yang merasa dirinya pendosa, termasuk dirinya sendiri untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebab Allah menjanjikan akan mengampuni sebesar apa pun dosa yang diperbuat hamba-Nya.

 

"Jangan berkecil hati, jangan putus asa. Selagi kita belum wafat, Insyaallah masih dibukakan pintu taubat dan ampunan Allah, yang penting niatkan kepada Allah dengan taubat yang nasuha, taubat yang betul-betul," pungkasnya.

 

Kontributor: Disisi Saidi Fatah
Editor: Aiz Luthfi
 

Posisi Bawah | Youtube NU Online