Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pengalihan Dana Kurban, Alternatif Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Pengalihan Dana Kurban, Alternatif Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19
Ilustrasi (Foto: NU Online)
Ilustrasi (Foto: NU Online)

Bekasi, NU Online
Menyambut pelaksanaan Idul Adha 1442 H yang sebentar lagi akan tiba di tengah pandemi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama berpandangan sebaiknya dana untuk pengadaan hewan kurban, dialihkan bantu masyarakat tidak mampu yang terdampak Covid-19.

 

Mengenai hal ini, Pengasuh Pesantren Al-Kamiliyyah Cibogo, Cibarusah Bekasi, Gus Farhan Sahlani Kamil kepada NU Online, Kamis (15/7) mengatakan pengalihan dana kurban Idul Adha untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 merupakan salah satu alternatif yang saat ini bisa dipertimbangkan.

 

Hal itu mengingat dalam kondisi sekarang ini, pandemi berdampak hampir pada semua aspek kehidupan utamanya pada aspek perekonomian mulai dari harga sembako yang naik-turun, kehilangan pekerjaan serta musibah yang silih berganti menghampiri.

 

Menurutnya, ada dua aspek yang menjadi pertimbangan; Pertama, aspek nilai dasar saling membantu. Ia mengutip QS Al-Maidah 5:2, Wata’awanu `alal birri wattaqwa wala ta’awanu `alal itsmi wal `udwan. Artinya: Dan, tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

 

Kedua, aspek kemanfaatan. Gus Farhan mengutip kaidah al-ahamm fa al-muhimm (yang lebih penting dahulukan atas yang penting). Menurutnya, kaidah tersebut sangat relevan di masa pandemi Covid-19 yang sulit seperti saat ini banyak masyarakat terdampak akibat wabah, baik dari aspek ekonomi, kesehatan maupun sosial.

 

Sebab itu, Ketua GP Ansor Cibarusah Bekasi itu berpesan kepada siapa pun yang mampu menyembelih hewan kurban bisa sekaligus berinfak untuk mereka yang terdampak Covid namun  jika harus dihadapakan untuk memilih salah satu di antara keduanya, pilihlah infak.

 

Gus Farhan juga berharap perayaan Idul Adha tetap berjalan khidmat dan khusyuk meskipun di tengah pandemi. “Walaupun perayaan Idul Adha sedang berada di tengah-tengah pandemi semoga tidak mengurangi khidmat dan khusyuk dalam pelaksanaan Idul Adha nanti,” harapnya.

 

Sementara itu, Pengajar di Pesantren Motivasi Indonesia, M Shofiyulloh menambahkan bahwa dalam keadaan seperti sekarang (Pandemi) idealnya lebih diutamakan kesehatan mereka yang terpapar Covid-19 dibanding kurban.

 

Namun demikian, ia meminta keputusan dana pengalihan hewan kurban agar dikembalikan pada situasi daerah masing-masing. Hal tersebut nantinya bisa menjadi acuan hukum untuk menentukan mana yang harus lebih diutamakan.


Kontributor: Suci Amaliyah
Editor: Aiz Luthfi

Posisi Bawah | Youtube NU Online