Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kabar Terkini Haji 2021: Suasana Lempar Jumrah 10 Dzulhijjah

Kabar Terkini Haji 2021: Suasana Lempar Jumrah 10 Dzulhijjah
Niam Almuzakki dan suasana lempar Jumrah Aqabah Haji 2021. (Foto: Istimewa)
Niam Almuzakki dan suasana lempar Jumrah Aqabah Haji 2021. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Pukul 05.00 pagi, Selasa (20/7), Niam Almuzakki berangkat dari penginapannya menuju tempat lempar Jumrah Aqabah. Untuk sampai ke tempat tersebut, ia bersama rombongan membutuhkan waktu 15 sampai 25 menit dengan berjalan kaki.


“Kita berangkat mulai pukul 5 pagi setelah shalat Subuh menuju Jamarat jalan kaki sekitar 15-25 menit. Kita langsung diarahkan ke Jumrah Aqabah,” kata Niam kepada NU Online pada Selasa (20/7).


Di tengah kesejukan cuaca pagi, ia bisa mengambil tempat pelemparan dari jarak paling depan sehingga cukup memudahkan ibadah tersebut. Ia melihat tidak terlalu padat jamaah, meskipun tetap ramai. “Ramai lancar karena memang jalan kaki. Itu ibadah lempar batu tujuh kali terus langsung jalan lagi,” katanya.


Di sana, jamaah haji selalu diperhatikan oleh petugas keamanan untuk menjaga jarak dan protokol kesehatan. Jika tampak berlama-lama atau tidak menempati titik yang sudah ditentukan maka petugas akan menegurnya.


“Mereka memantau. Kalau jalannya ke mana-mana langsung diarahkan. Kalau lama diingatkan. Pokoknya ketika melempar harus berada di titik gambar kaki,” terang Wakil Bendahara Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) itu.


Setelah itu, ia bersama rombongan berjalan sekitar 4 km ke titik pemberangkatan bus. Di tempat tersebut, ia mengaku menunggu cukup lama mengingat adanya antrean dan penumpukan penumpang mengingat keterbatasan bus. “Lamanya di ngantri. Busnya terbatas,” ujarnya.


Di sana, jamaah haji dibebaskan memilih untuk melanjutkan ibadah ke Mina dan tahallul (memotong rambut), atau berangkat ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah. Niam memilih menuju Masjidil Haram untuk melakasanakan Tawaf Ifadah dilanjutkan dengan Tahallul setelahnya. Ia juga menyempatkan diri untuk melepas dahaga dengan meminum air zamzam.


“Langsung ke Masjidil Haram karena ingin langsung menyelesaikan Tawaf Ifadah, langsung Tahalul,” kata Niam.


Sampai berita ini dikabarkan, Niam menuturkan bahwa ia tengah beristirahat setelah menunaikan Tahallul. Ia hendak kembali ke Mina beristirahat dan memulihkan tenaga untuk ibadah di hari esok. “Kembali ke Mina lagi untuk istirahat dan meneruskan tenaga untuk besok,” ujarnya.


Saat ini, ia tinggal menunaikan lempar Jumrah di hari kedua yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Sampai saat ini, ia juga belum menerima informasi apakah akan mengambil untuk nafar awal atau nafar tsani.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Muhammad Faizin

Posisi Bawah | Youtube NU Online