Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Rais PWNU Aceh Ingatkan Pentingnya Kalangan Dayah Bergabung dengan NU

Rais PWNU Aceh Ingatkan Pentingnya Kalangan Dayah Bergabung dengan NU
Rais PWNU Aceh, Tgk H Nuruzzahri Yahya. (Foto: NU Online/Helmi Abu Bakar)
Rais PWNU Aceh, Tgk H Nuruzzahri Yahya. (Foto: NU Online/Helmi Abu Bakar)

Bireuen, NU Online
Rais PWNU Aceh, Tgk H Nuruzzahri Yahya mengingatkan pentingnya kalangan dayah atau pesantren di Aceh untuk berorganisasi dan bergabung dalam wadah Nahdlatul Ulama. Tujuannya sebagai media aktualisasi dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

 

"Saya sudah sering mengingatkan dan menyarankan kepada anak dayah (pesantren) untuk berkecimpung di bidang organisasi dan ini menjadi sesuatu yang urgen di era saat ini terutama dalam barisan Nahdhatul Ulama," ungkap Tgk H Nuruzzahri Yahya dalam nasehatnya kepada warga Nahdliyin pada kegiatan Silaturahim Lebaran Idul Adha yang digelar di Komplek Dayah Ummul Ayman Samalanga, Kabupaten Bireuen, Senin (26/7).

 

Ulama yang akrab disapa Waled NU itu menceritakan perjalanan hidupnya yang sudah berorganisasi sejak kecil sampai sekarang dan menjadi “kecanduan”, bahkan ia siap dan rela menghabiskan uang demi organisasi.

 

"Pengalaman saya, sejak jadi santri di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga sudah berorganisasi, bagi saya sudah seperti candu bahkan tidak segan mengeluarkan uang demi berorganisasi dan bukanlah berorganisasi sebagai media mengumpulkan pundi-pundi uang atau sejenisnya," lanjut Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga itu.

 

Ulama kharismatik Aceh itu menyebutkan dalam berorganisasi itu sangat penting untuk dunia pesantren, jangan sampai warga pesantren tidak tahu berorganisasi. Jangan-jangan, tanpa terduga insan Dayah masuk ke dalam organisasi yang bertolak belakang dengan ideologi Dayah.

 

"Masyarakat Aceh dari dulu memang sudah sangat NU. Tapi itu baru secara kultural dalam tradisi keagamannya, dalam ber-habllun minallah," paparnya.

 

Secara struktural, kata dia, masih banyak santri dan masyarakat dayah belum bergabung dengan NU, sebab organisasi adalah konsep formal, harus ada bukti hitam di atas putih berupa Surat Keputusan (SK) atau sejenisnya.

 

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pidie Jaya, Tgk Rusydi Muhammad mengingatkan, ketika seseorang sudah bergabung dengan NU secara struktural, hendaknya tidak manfaatkan perahu NU untuk kepentingan pribadi.

 

“Dengan adanya jam'iyah NU dan bergabung di dalamnya menjadi manfaat dan maslahat bagi seluruh masyarakat khususnya warga NU,” jelas Pimpinan Dayah Irsyadul Ulum Al-Aziziyah Pidie Jaya itu.


Selain itu, ia pun mengingatkan kepada para pengurus NU agar mampu membumikan nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyyah terutama di kalangan dayah juga elemen masyarakat lainnya.

 

Kontributor: Helmi Abu Bakar
Editor: Aiz Luthfi

Posisi Bawah | Youtube NU Online