Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

NU Sunggal Deli Serdang Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Santuni Yatim dan Istighotsah

NU Sunggal Deli Serdang Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Santuni Yatim dan Istighotsah
Santunan anak yatim diadakan dalam menyambut tahun baru 1443 Hijriah oleh MWCNU Sunggal, Deli Serdang, Senin (9/8/2021). (Foto: istimewa)
Santunan anak yatim diadakan dalam menyambut tahun baru 1443 Hijriah oleh MWCNU Sunggal, Deli Serdang, Senin (9/8/2021). (Foto: istimewa)

Deli Serdang, NU Online

Menyambut tahun baru 1443 Hijriah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara mengemasnya dengan santunan anak yatim, istighotsah dan kenduri kebangsaan, Senin (9/8/2021). Acara berlangsung di Kantor Sekretariat MWCNU Kecamatan Sunggal.

 

Sebanyak 25 anak yatim menerima santunan berupa uang tunai sebesar 150 rupiah dalam kegiatan tersebut. Santunan yatim dilakukan karena bulan Muharram, berdasarkan banyak dalil, dinyatakan memiliki keagungan dan keistimewaan tersendiri.

 

Katib Syuriyah MWCNU Sunggal Ustadz Agus Rizal Koto mengatakan dalam menyambut masuknya tahun baru Hijriah, dipenuhi dengan harapan agar Allah SWT selalu memberikan bimbingan. Hal itu agar semua umat Islam tetap berada di jalan yang diridhai-Nya.

 

Menurutnya istighotsah sebagai amaliah NU yang sudah diajarkan oleh para ulama dan kiai. Istighosah dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Sunggal, Kiai Muhtarom, yang juga penggerak NU di Kecamatan Sunggal.

 

Pendakwah Ahmad Fauzie Muchtar dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk kembali meluruskan niat dalam ber-NU yaitu semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Caranya ialah dengan dengan tetap istiqomah menjalankan amaliyah-amaliah NU yang telah diajarkan oleh para kiai juga muassis atau pendiri organisasi Islam terbesar ini.

 

"Salah satu kekuatan NU adalah amaliah-amaliah yang selalu diajarkan para kiai secara turun temurun dan bersanad sampai ke Nabi besar kita Rasulullah SAW. Di antara amaliah NU adalah istghotsah sebagai bentuk permohonan maaf kepada Sang Khaliq," kata alumnus Pesantren Gedongan Cirebon itu.

 

Ia juga menyebut, NU adalah organisasi Islam yang agamis dan nasionalis tentu tidak lepas untuk tetap dan selalu mengajarkan nilai-nilai kebangsaan. Karenanya, NU ajib tetap mendoakan para pejuang kemerdekaan yang telah mengorbankan hidupnya dalam berperang melawan para penjajah dengan tanpa melihat apa agamanya dan juga sukunya.

 

Kenduri kebangsaan dimaksudkan untuk turut memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia 17 Agustus 2021. Selain doa kepada para pahlawan juga diadakan pemotongan tumpeng kebangsaan secara bersama sama oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Acara tersebut diadakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

Editor: Kendi Setiawan

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya