Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

KH Achmad Chalwani: Orang Sabar Mudah Mendapat Kasih Sayang Allah

KH Achmad Chalwani: Orang Sabar Mudah Mendapat Kasih Sayang Allah
KH Achmad Chalwani: Orang Sabar Mudah Mendapat Kasih Sayang Allah. (Foto: Istimewa)
KH Achmad Chalwani: Orang Sabar Mudah Mendapat Kasih Sayang Allah. (Foto: Istimewa)
Wonosobo, NU Online
Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani menyebut orang yang memiliki sifat sabar itu alamat mendapat kasih sayang dari Allah swt. Meski begitu, ia menyebut bersabar itu adalah hal yang berat dan pahit.
 
“Maka Syekh Nawawi Banten berkata, ash-shabru kash-shibri, sabar itu seperti bratawali. Manis atau pahit? Pahit. Tapi setelah minum bratawali bergas badannya. Maka jika ingin bergas, mesti berani sabar,” ungkapnya, dalam Pengajian Rutin Selasa Kliwon di Gadingrejo, Kepil, Wonosobo (21/9/2021).
 
Sebelumnya, mursyid Tarekat Qadiriyah/ Naqsyabandiyah itu juga menyebut Hadist Nabi Muhammad saw tentang sabar, riwayat Imam Ahmad. (Imam Ibn Katsir Tafsir, Tafsir Al-Qur’an al-Adzim [Saudi Arabia: Muassasah Qurtubah: 2000] Cetakan 1, halaman 19, ed.)
 
المؤمنُ الذي يُخَالِطُ الناسَ ويَصْبِرُ على أَذَاهُمْ ، خيرٌ مِنَ الذي لا يُخَالِطُهُمْ، ولا يَصْبِرُ على أَذَاهُمْ 
 
Al-mu’minu alladzi yukhâlitun nâsa wa yashbirualâ adzâhum khairun minal mu’minilladzi yukhâlitun nâsa walâ yashbirualâ adzâhum
 
Orang mukmin yang berbaur (interaksi sosial) dengan manusia dan bersabar menghadapi perlakuan buruk mereka, lebih baik menurut Allah swt dibanding orang mukmin yang tidak pernah berinteraksi sosial dan tidak bersabar menghadapi perlakuan buruk mereka. 
 
“Jika berani berinteraksi sosial, harus berani mendengar suara yang berwarna-warni,” tegasnya.
 
Pendiri Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nawawi (STAIAN) Purworejo itu juga mengutip surat Al-Baqarah Ayat 153, yang lengkapnya adalah sebagai berikut: 
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ 
 
ayyuhallażīna âmanusta’īnụ biṣ-ṣhabri waṣ-ṣhalâh, innallâha ma’aṣ-ṣhâbirīn 
 
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya (kasih sayang) Allah beserta orang-orang yang sabar. 
 

Contoh Orang Sabar dan Menaati Prokes

Kemudian ia menceritakan keteladanan KH Abdul Karim Pendiri Pesantren Lirboyo, seorang kiai besar yang memiliki sifat sabar.
 
Dikisahkan, pernah sorban KH Abdul Karim dicuri orang. Setelah dicuri dipotong-potong lalu dibikin celana dalam anak-anak si pencuri. Setelah itu si anak-anak pencuri tadi disuruh berjalan di depan KH Abdul Karim. KH Abdul Karim tidak jengkel dan tidak mempermasalahkannya. 
 
“Kalau Anda tentu sudah mengepalkan tangan. KH Abdul Karim tidak, hanya kaget: ‘sorbanku kok jadi celana dalam?’ ungkap Kiai Chalwani, mengisahkan. “Berkah kesabaran KH Abdul Karim Lirboyo, sekarang Lirboyo santri pondoknya 39.000,” imbuhnya.
 
Menurut Kiai Chalwani, para kiai Lirboyo itu sabar-sabar dan taat kepada aturan pemerintah. Ketika sekarang penyakit corona belum menghilang, misalnya, mereka semua memberi teladan dengan memakai masker dan vaksin.
 
Karena corona belum hilang, Kiai Chalwani meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker. Ia juga mengaku ditelpon orang dari Brunei, bahwa di sana sekarang sangat parah, melebihi Indonesia.
 
Ia mengajak untuk tidak mengikuti orang berilmu cetek yang mengatakan: “Corona tidak ada; pemerintah bohong.” Lirboyo yang santrinya 39.000 dan keramatnya begitu besar, menurutnya, masih hati-hati sampai sekarang: belum ada santri yang bersalaman dengan kiai. 
 
“Salaman hukumnya sunnah, menghindari penyakit hukumnya wajib. Wajib dengan sunnah besar wajib pahalanya,” ungkap kiai yang sering bicara pesantren dan NU dalam tiap ceramahnya.
 
Ketika pemerintah sudah mengumumkan corona sudah hilang, lanjut Kiai Chalwani, masyarakat boleh kembali bersalaman. “Jika Anda lebih taat, insyaallah corona cepat hilang. Kalau Anda semau sendiri, ya corona semau sendiri,” imbuhnya. 
 
Dikatakan, sebagai orang NU yang diikuti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rais Aamnya KH Miftachul Akhyar dari Surabaya. “Sampai sekarang KH Miftachul Akhyar setiap hari memakai masker, belum mau bersalaman. Jadi ketika ada orang mau bersalaman saya tidak mau, Anda mesti memaklumi,” terangnya.
 
Ada kiai mengatakan: “kiai kok tidak mau diajak bersalaman, kiai apa?” Menurut Kiai Chalwani, orang-orang seperti itu kurang jembar ilmunya. “Kurang apa alimnya Lirboyo, santrinya 39.0000. Yang hanya punya santri 200 menyalahkan yang punya santri 39.000. Insyaallah, jika Anda disiplin, Corona cepat hilang. Semoga saya bicara seperti ini Anda bisa menerima dengan hati yang lega,” pungkasnya.
 
Kontributor: Ahmad Naufa Khoirul Faizun
Editor: Syamsul Arifin 

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya